Home Olahraga

Gubernur Berharap Utamakan Pembinaan Atlet

250
Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola (tengah) menyerahkan api obor untuk menyalakan api sebagai tanda dibukanya Porprov Sulteng di Parigi, Selasa 23 April 2019. (Foto: Humas)

  • Buka Porprov ke-8 di Parimo

Parigi, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola mengatakan, Porprov adalah Pesta olahraga multi event empat tahunan tingkat provinsi yang merupakan ajang tertinggi, di mana sebagian besar cabang olahraga yang eksis di daerah dipertandingkan untuk menyaring para atlet berprestasi, guna dipersiapkan untuk membela sekaligus mengibarkan panji olahraga Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

Demikian dikatakan Gubernur Longki saat membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng di Parigi Moutong, Selasa 23 April 2019.

Penyelenggaraan Porprov tahun 2019 di Kabupaten Parigi Moutong lanjut gubernur akan dipertandingkan 20 cabang olahraga. Yaitu: sepak bola, takraw, basket, bola voli, voli pasir, taekwondo, pencak silat, karate tinju, balap motor, tenis meja, tenis lapangan, dayung, gatebal, billiard catur, bulutangkis, panjat tebing, futsal dan atletik serta lima cabang olahraga eksebisi yaitu panahan balap sepeda menembak renang dan petanque.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan hampir semua orang di dunia pasti pernah melakukan aktivitas olahraga, akan tetapi kebanyakan orang biasanya hanya mengartikan olahraga berupa kegiatan yang sengaja dilakukan untuk bisa meningkatkan atau menjaga kesehatan tubuh. Padahal jika diteliti lebih jauh olahraga merupakan gerakan tubuh yang teratur berirama, yang ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran tubuh pelakunya.

Yang terpenting kata gubernur, adalah olahraga merupakan sarana ataupun ajang kompetisi untuk menjadi nomor satu.

“Karena olahraga mempunyai sifat mempersatukan karena dalam olahraga kita kembali dalam fitrah semula meninggalkan status profesi dan mengandalkan kemampuan kita selaku manusia,” ujar gubernur.

Menurut gubernur suatu pertandingan atau perlombaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan. Namun ditentukan pula oleh nasib dan keberuntungan, sebab tak ada yang bisa memastikan apabila di hadapkan pada kemampuan dan peluang yang sama. Itulah menariknya olahraga seorang olahragawan dituntut menang secara jantan dan kalah secara terpuji seorang olahragawan disebut pahlawan karena ia berhasil membawa harum nama kelompoknya.

Kepada masing-masing Bupati dan Walikota Gubernur berharap untuk lebih mengutamakan pembinaan atlet dengan tidak mengurangi tujuan utama. Yakni mengejar prestasi. Jangan sampai ada daerah yang menggunakan atlet sewaan dari daerah lain untuk meraih prestasi.

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi di Kabupaten Parigi Moutong bisa menjadi barometer dalam penyelenggaraan Porprov berikutnya. Sehingga harapan dan cita-cita untuk melahirkan atlet muda berbakat asal Sulawesi Tengah bisa meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi di masa mendatang bisa tercapai sesuai dengan harapan kita semua. (*)

Ayo tulis komentar cerdas