Home Pendidikan

Jadwal PPDB SMA Belum Ditetapkan

241
Muchlis. (Foto: Ist)

  • Disdikbud Sulteng Mengacu Permendikbud 51 Tahun 2018

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Muchlis mengungkapkan, untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SMA, Disdikbud Sulteng belum menentukan tanggal atau jadwal kapan akan dibuka.

“Kita akan mengambil Peraturan Gubernur atau petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Disdikbud Sulteng. Nanti disitu baru ditetapkan nanti tanggal pembukaan awal PPDB SMA,” ujar Muchlis melalui ponselnya, Selasa, 23 April 2019.

Muchlis mengatakan, mekanisme PPDB SMA tetap akan mengikuti Permendikbud Nomor 51 tahun 2018. Di Permendikbud itu, ada tiga jalur yang bisa ditembuh untuk PPDB yakni jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur mengikuti perpindahan orang tua.

“Hingga saat ini sejumlah SMA negeri di Sulteng belum ada yang berani membuka PPDB, kecuali SMA swasta. Sebab mereka pasti akan menunggu keputusan atau surat edaran dari Disdikbud Sulteng,” ujarnya.

Muchlis berharap, siswa yang lulus agar bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, serta bisa lulus di Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dilaksanakan oleh sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang hari ini (kemarin-red) sudah dibuka pengumumannya.

“Jadi siswa yang sudah ikut UTBK kemarin diharapkan sudah memastikan hari ini mereka lulus atau tidak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace menegaskan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK di Sulteng tidak akan diberlakukan secara murni.

“Untuk daerah pascabencana ada kebijaksanaan menerapkan sistem zonasi pada PPDB, karena seperti di SMAN 1 Banawa siswanya sekitar seribuan pasti dampaknya terhadap PPDB, kemudian di SMAN 1 Sirenja dan SMKN 1 Sigi siswanya juga banyak. Jika sekolah-sekolah ini saya berlakukan zonasi murni kemungkinan akan ada masalah baru,” ujar Irwan.

Kata dia, inti dari PPDB ini sebenarnya adalah jangan sampai ada anak didik tidak bersekolah. Olehnya itu PPDB tahun ini pihaknya menekankan kepada sejumlah sekolah, radius satu kilometer dari sekolah, apalagi anak-anak ekonomi rendah itu harus diakomodir.

“Kemudian saya menekankan kepada kepala sekolah, jangan menerima siswa dengan mengutamakan dari luar, dalam artian yang jauh dari radius sekolah,” ungkapnya.

Irwan mengatakan dalam rembuk nasional beberapa waktu lalu di Jakarta, pak Mendikbud RI juga sudah menyampaikan bahwa untuk daerah-daerah yang pascabencana tidak dipaksanakan melakukan sistem zonasi secara murni pada PPDB.

“Yang jelas sistem zonasi PPDB tidak secara murni kami laksanakan, karena ada pertimbangan khusus. Bahkan soal yang di ujian nasionalkan sudah di sesuai dengan materi-materi yang diajarkan pada waktu sebelum bencana terjadi lalu,” ungkapnya.

Irwan mengatakan penerapan PPDB tahun ini menggunakan pertimbangan secara khusus, sebab tidak mungkin pihaknya menerapkan zonasi secara murni. Sebab pasti anak-anak dari daerah Banawa pasti larinya ke kota, dan itu tidak mungkin pihaknya melarangnya. Apalagi SMAN 1 Banawa bangunannya sementara diperbaiki, karena rusak terdampak bencana.

“Kecuali Luwuk Banggai karena di daerah itu sedikit spesifik, maka PPDBnya kita atur tersendiri juga, olehnya masing-masing daerah zonasi PPDBnya kita atur sesuai dengan spesifik dari pada daerah itu sendiri,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas