Home Palu

Walikota Upayakan Warga Petobo Tak Direlokasi

319
Hidayat, MSi. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Walikota Palu Drs Hidayat M.Si mengaku tengah mengupayakan warga Petobo agar tidak direlokasi. Caranya dengan melakukan berkoordinasi dengan Bupati Irwan Lapata selaku orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Sigi untuk penyediaan lahan pembangunan Hunian tetap (Huntap).

“Saya masih berjuang agar mereka (warga Petobo) tidak direlokasi,” ujar Hidayat di Palu, Senin, 22 April 2019.

Dia mengungkapkan telah melakukan kesepakatan dengan Bupati Irwan Lapata untuk menggeser perbatasan Kabupaten Sigi yang bersebelahan langsung ke Kelurahan Petobo, Kota Palu.

“Saat itu saya meminta kepada pak bupati agar menolong masyarakat saya, mudah-mudahan masuk surga semua kita. Maka disoronglah batas wilayah Sigi dari titik jalan Jepang digeser ke atas sekitar 800 meter. Jadi saat diukur wilayah Sigi diserahkan masuk ke wilayah Palu 115 hektare,” ungkap Hidayat.

Berdekatan dengan wilayah Sigi yang diserahkan tersebut terdapat lahan warga yang masuk ke wilayah Palu sekitar 316 hektare. Lahan warga tersebut turut dimohonkan menjadi lokasi pembangunan Huntap.

“Saat ini sudah ada sekitar 431 hektare lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan Huntap bagi warga Petobo,” ucap dia.

Hanya saja kata Hidayat, dari luas 316 hektare lahan warga itu, beberapa petak diantaranya dalam status jual beli. Warga Petobo telah bermohon kepada Gubernur Sulteng Longki Djanggola agar membatalkannya. Sebab menurut warga, lahan tersebut merupakan milik negara karena tanpa sertifikat hak milik.
“Warga Petobo sudah menyurat ke pak gubernur meminta agar membatalkan semua pembelian tanah itu karena tanah negara. Kenapa dibilang tanah negara, karena tidak ada bukti-bukti (surat) kepemilikan secara pribadi,” tutur Hidayat.

Hidayat menambahkan masyarakat harus percaya kepada pemerintah dalam menyelesaikan persoalan relokasi. Selaku walikota, Hidayat berkomitmen terus memperjuangkan nasib warganya. Namun demikian warga juga diimbau taat terhadap aturan atau keputusan yang dikeluarkan pemerintah.

“Mari kita bersama-sama menaati aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah. Kalau dilarang, yah jangan dilakukan. Artinya kalau kita melarang maka harus dipercepat pembangunan Huntap ini,” tandas Hidayat.

Seperti diketahui, warga Petobo yang terdampak likuifaksi rencananya akan direlokasi ke Kelurahan Tondo. Rencana ini belakangan mendapat penolakan oleh sebagian besar warga Petobo.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas