Home Donggala

Tidak Quorum, Paripurna Jadi Pra RPJMD

225
TIDAK QUORUM - Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin (kiri) bersama Wakil Ketua II DPRD Donggala, Abd Rasyid saat rapat pembahasan RPJMD, di ruang sidang utama DPRD, Senin 22 April 2019. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosualwesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Paripurna Rancangan pembangunan jangka menengah daerah Donggala tahun 2019 tidak dapat dilaksanakan, karena rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Donggala, Abd Rasyid hanya dihadiri sembilan anggota DPRD.

Ketidakhadiran 21 anggota DPRD tersebut akhirnya disiasati dengan Pra- RPJMD yang juga dihadiri pihak Wakil Bupati Moh Yasin.

“Dari 30 anggota DPRD hanya dihadiri sembilan anggota DPRD berdasarkan aturan paripurna pembahasan RPJMD tidak bisa dilakukan. Kita akan lakukan pembahasan Pra RPJMD saja,” kata pimpinan sidang Abdul Rasyid.

Sementara itu Wabup Donggala, Moh Yasin berharap RPJMD yang sudah disususun oleh Bappeda bisa dibahas secara bersama dengan DPRD donggala.

“Sejak dilantik RPJMD sudah dibuat dalam rancangan awal. Dalam proses ini banyak hal perlu mendapat masukan dari rancangan awal yang sudah dibahas oleh tim ahli. Karena berdasarkan ketentuan perundangan, pihak eksekutif memohon dukungan pimpinan dan anggota DPRD dalam pembahasan RPJMD sebelum menetapkannya menjadi perda,” tutur Moh yasin.

Kepala Bappeda Donggala, Rustam Efendi di hadapan pimpinnan Paripurna Pra RPJMD menjelaskan, berdasarkan regulasi, idealnya musrembang RPJMD harus dilakukan setelah bupati/wakil bupati dilantik atau 75 hari terhitung sampai dengan tanggal 30 Maret 2019.

“Jadwal pembahasan RPJMD ini sudah bergeser dari waktu yang ditentukan. Kinerja OPD kita banyak yang menyita waktu tetapi dokumen RPJMD sudah kami masukkan ke DPRD,” tutupnya.

Amatan Metrosualwesi rapat Pra RPJMD hingga pukul 16 00 wita masih berlangsung di ruang sidang utama DPRD.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas