Home Ekonomi Tekan Harga, Disperindag Gelar Pasar Murah

Tekan Harga, Disperindag Gelar Pasar Murah

144
Zainudin Abd. Kadir. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Guna menekan harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran menjelang bulan suci ramadhan 1440 Hijriah. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah akan menggelar kegiatan pasar murah selama dua hari terhitung 24-25 April mendatang.

Secara bersamaan, Pemprov Sulteng juga menggalakkan pasar murah oleh sejumlah OPD lainnya. Langkah ini diharapkan bisa meredam lonjakan harga di pasar-pasar utama di Kota Palu. Kegiatan yang akan diadakan di Jalan Tadulako II, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga mendapat respon positif dari beberapa pihak terutama masyarakat.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Zainudin Abd.Kadir menyebutkan, pihaknya ingin membuktikan bahwa pemerintah hadir langsung dalam upaya menahan gejolak harga. Apalagi saat ini sejumlah bahan pokok mulai menunjukkan tren kenaikan.

“Jadi kita tidak diam saja. Ada kepedulian, tidak auto-pilot. Harga yang akan dijual di bazar lebih murah dari harga pasar,” katanya saat ditemui Metrosulawesi diruang kerja, Senin (22/4/2019).

Ia sangat mengharapkan bisa menyentuh masyarakat ekonomi lemah yang merasa berat untuk mengakses kebutuhan pokok harian. Lanjut dia, pasar murah digelar untuk memberi opsi tambahan bagi masyarakat guna mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.

“Semua jenis sembako akan kita jual dengan harga miring. Pasti lebih murah dari pasaran, sehingga saya himbau untuk masyarakat agar beramai-ramai datang ke Pasar Murah,” tuturnya.

Pada pekan yang sama, kata Zainuddin, pihaknya akan menggelar pemantauan harga (operasi pasar) dengan melibatkan unsur terkait seperti, perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Satgas Pangan dan Bulog. Lanjut Zainudin, itu merupakan agenda tahunan yang dipelopori langsung oleh Disperindag Sulteng.

“Kemudian, tanggal 29 hingga 30 April Pemprov Sulteng juga akan menggelar rapat koordinasi dan selanjutnya berkunjung untuk memantau aktifitas serta harga ke beberapa pasar guna kesiapan menghadapi bulan puasa yang bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI), Satgas Pangan dan Dinas terkait,” katanya.

Berdasarkan pantauan Metrosulawesi di Pasar Inpres Manonda, Minggu (21/4/2019) sejumlah komoditas telah mengalami kenaikan yang signifikan. Terutama daging ayam mencapai Rp25-Rp30 ribu/kg. Sedangkan, komoditi bawang putih, yang awalnya dijual dengan harga Rp20.000 – Rp25.000 per kilogram, saat ini dijual Rp38.000 hingga Rp48 ribu per kilogramnya.

Sementara itu, bawang merah di pasar tradisional tersebut dijual antara kisaran harga Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram. Naik menjadi Rp30.000 hingga Rp35 ribu perkilogram. Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per rak, dari harga sebelumnya Rp 40.000 per rak.

Harga komoditas sayur-sayuran terutama cabai di pasar tradisional Kota Palu juga terus mengalami lonjakan. Kenaikan harga tersebut akibat berkurangnya pasokan sayuran ke pasaran. Terutama pada komoditas cabai keriting, merah dan hijau dari harga Rp17 ribu naik menjadi Rp28 ribu hingga Rp45 perkilogram.

Yang sampai saat ini belum mengalami kenaikan yaitu daging sapi masih berkisar Rp110/kg. Kemudian, beras medium sekitar Rp10 ribu perkilogram dan untuk beras premium Rp11.750 hingga Rp12.500.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here