Home Ekonomi

Jelang Ramadhan, Harga Sembako Sudah Naik

216
Suasana tempat penjualan daging di Pasar Inpres Manonda. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga sembako maupun daging ayam di tingkat pedagang di Kota Palu mengalami kenaikan. Tidak tanggung harga daging ayam broiler khususnya di pasar Inpres Manonda mencapai Rp25-Rp30 ribu/kg.

Hj. Sumarni, Salah satu pedagang ayam di Pasar Inpres Manonda mengungkapkan sebelumnya harga daging ayam di hari normal hanya Rp18 ribu perkilogram. Sedangkan, ukuran dua kilo lebih (sedang) juga ikut mengalami kenaikan dari Rp50 ribu menjadi Rp70 ribu rupiah.

“Ayam baru dua hari naik kemungkinan akan naik lagi saat bulan puasa bahkan sampai hari raya idul fitri,” ucap dia kepada Metrosulawesi, Minggu (19/4/2019).

Ia tidak mengetahui pasti terkait penyebab harga ayam naik lantaran hanya mengikuti harga pasaran para pedagang saat ini. Namun, dia menduga berkurangnya pasokan ayam menjadi penyebab dari kenaikan harga.

“Kebanyakan ayam didatangkan dari wilayah Sulawesi Selatan. Di Palu juga ada tapi tidak terlalu banyak stok daging ayam dan mulai minggu ini mulai berkurang stoknya,” terangnya.

Sementara itu, Anton salah satu pedagang daging sapi di Pasar Inpres Manonda mengungkapkan berdasarkan harga daging sapi masih terbilang normal sampai dengan hari ini. Harga daging sapi di kisaran Rp 110 ribu/kg, daging tetelan Rp30 ribu/kg dan tulang sekitar Rp65/kg.

“Masih normal daging sapi, belum ada kenaikan. Paling nanti satu minggu jelang puasa baru ada kenaikan sekitar Rp120/kg, kalau tulang pasti juga akan naik kurang lebih sekitar Rp70 -Rp80 ribu perkilogram,” terang Anton.

Menurutnya, setiap hari besar keagamaan sudah seperti menjadi tradisi harga dipasaran mengalami kenaikan.

“Yang pasti sudah seperti itu, kita hanya mengikuti perkembangan harga pasar,” ujarnya.

Harga bawang putih juga mengalami kenaikan di Pasar Inpre Manonda menjadi Rp60.000 per/kg dari harga sebelumnya Rp30.000/Kg atau mengalami kenaikan Rp20 sampai Rp25 ribu per kilogram.

Eni, pedagang rempah di Pasar Inpres Manonda Palu mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung sejak seminggu terakhir.

Tidak hanya bawang putih, komoditi bawang merah juga mengalami kenaikan harga di tingkat pedagang ecer. Saat ini bawang merah dijual dengan harga Rp35.000 per kilogramnya. Sedangkan sebelumnya, bawang merah di pasar tradisional itu dijual antara kisaran harga Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram.

Untuk harga telur ayam sudah naik mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per rak, dari harga sebelumnya Rp 38.000 per rak.

Salah seorang pedagang telur, Aco, ditemui di pasar Inpres Manonda mengakui, naiknya harga telur di pasaran akibat berkurangnya pasokan, sementara permintaan masyarakat akan komoditas itu semakin meningkat.

“Kalau kondisi normal biasanya Rp 38.000 per rak, tapi sekarang naik Rp 50.000 per rak karena pasokan berkurang,” ujarnya.

Kenaikan harga telur baru sekitar empat hari. sementara, Kata dia, harga telur dijual per butir berkisar Rp1.400 hingga Rp1.500.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas