Home Palu

Pemimpin Terpilih Diharap Perhatikan Lapas

214
Nanang Rukmana. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pesta demokrasi pemilihan umum Presiden/Wakil Presiden, DPR DPD, DPRD provinsi dan kabupaten/kota telah berlangsung. Berbagai harapan dititipkan kepada para pemimpin terpilih baik dilevel nasional maupun daerah.

Kepala Rutan Klas IIA Maesa Palu Nanang Rukmana berharap pemimpin terpilih bisa lebih memperhatikan lembaga pemasyarakatan (lapas). Beberapa lapas saat ini sedang kelebihan daya tampung (over capacity).

“Mudah-mudahan dengan Pilpres dan Pileg, terpilih Presiden dengan anggota DPR yang peduli terhadap nasib kemasyarakatan,” ujar Nanang di Palu, Rabu, 17 April.

Dia mengatakan pemimpin kedepan harus benar-benar peduli terhadap kemajuan lembaga pemasyarakatan baik secara SDM maupun fasilitas pendukungnya. Hal itu diperlukan agar pembinaan warbin bisa teraplikasikan dengan baik.

Pemimpin terpilih juga harus memperhatikan nasib warga binaan (warbin) baik yang sedang menjalani pembinaan maupun setelah dinyatakan bebas. Hak-hak warbin harus dijamin melalui regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan.

“Warga binaan harus diperhatikan mulai dari hak, pembinaan dan perlakuan yang lebih baik,” pungkas Nanang.

Seperti diberitakan, warbin Rutan Maesa sendiri sekitar sekitar 500 lebih ditambah dengan Warbin titipan dari Donggala. Sama seperti warga yang menghirup udara bebas, warbin Rutan Maesa juga menyalurkan hak pilihnya. Rutan Maesa menyiapkan tiga Tempat Penghitungan Suara (TPS).

Hanya saja dari 500 lebih warbin, hanya sekitar 375 orang yang bisa memilih tercatat di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Warbin lainnya tidak dapat menyalurkan hak pilih disebabkan belum memiliki E-KTP.

“Sekitar 200-san Warbin tidak bisa memilih, sebab waktu perekaman E-KTP nama mereka belum teregistrasi di Dukcapil kota maupun Dukcapil provinsi,” kata Nanang.

Menurutnya pihak Rutan telah berupaya meminta kepada Dukcapil untuk dilakukan perekaman E-KTP, namun data Warbin belum kunjung teregistrasi. Selain karena E-KTP, sebagian besar Warbin titipan Donggala tidak bisa memilih karena tidak memiliki formulir A5. Formulir A5 diperuntukkan bagi masyarakat yang pindah TPS di luar wilayah tempat tinggal.

“Padahal mereka punya E-KTP, tapi karena tidak memiliki formulir A5 yah tak bisa nyoblos,” ucap Nanang.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas