Home Palu

Pertarungan Selesai, Waktunya Bersatu untuk Negeri

357
Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulteng Ahmad M Ali didampingi istri Ny Nilam Sari Lawira menyalurkan hak pilihnya di TPS di TPS 18 Kelurahan Tanamodindi Kota Palu, Rabu 17 April 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah Ahmad M Ali berharap semua pihak mengakhiri intrik yang terus berkembang beberapa bulan terakhir menyambut pemilihan umum yang berlangsung pada Rabu 17 April 2019 kemarin. Ia mengajak agar seluruh lapisan masyarakat kembali bersatu untuk membangun negeri ini.

Menurut Bendahara Umum Partai Nasdem itu, siapapun yang terpilih dan memenangkan kontestasi, terutama pemilihan presiden harus diterima. Kata Ahmad Ali, pertarungan sudah usai. Seluruh masyarakat yang sempat terpecah akibat berbeda pilihan pada pemilihan presiden serta pemilihan anggota legislatif yang digelar serentak harus kembali menyatukan barisan demi menjaga kedaulatan negara.

“Siapapun pemenang, rakyat sudah menentukan hari ini (kemarin). Siapapun nanti yang jadi pemenang, itu lah rakyat. Jadi, dua-duanya (calon presiden) adalah putra terbaik yang dimilki oleh bangsa. Pertikaian kita akhiri hari ini, kemudian menyatukan barisan, merapatkan syaf, karena negara ini tidak bisa dibangun oleh satu kelompok, harus dibangun oleh anak bangsa, Ibu Pertiwi membutuhkan semua anak bangsa, anak negeri, untuk bersama-sama membangun negeri ini,” ungkap Ahmad M Ali usai menyalurkan hak suaranya bersama istri Nilam Sari Lawira di TPS 18, berlokasi di SMA AL Azhar Mandiri Palu, Jalan Garuda nomor 15 Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Proses politik telah berjalan, bahkan menurut figur yang digadang-gadang menjadi kandidat paling kuat untuk maju sebagai calon gubernur Sulawesi Tengah mendatang itu, proses pesta demokrasi telah usai. Semua pihak harus menerima hasil dari pesta demokrasi yang prosesnya cukup panjang dan menguras tenaga.

“Hari ini (kemarin) pesta demokrasi, artinya masyarakat meluapkan kedaulatannya, karena di negara ini yang berdaulat adalah rakyat. Bahwa kemudian nanti dalam prosesnya ada yang kalah dan menang itu adalah rakyat, sehingga siapapun, pendukung pasangan 01 maupun 02 itu menyambutnya untuk kemenangan bangsa, bukan kemenangan kelompok,” katanya.

Meskipun dalam prosesnya dua kubu pendukung calon presiden (capres) masing-masing tampak sering beradu argumen dan saling bertentangan, namun Ahmad Ali mayakini hal itu hanya sebatas di sosial media.

“Yang memanas ini di sosial media saja. Saya yang berinteraksi langsung dengan masyarakat tidak melihat itu kok, cuma ini ada sekelompok orang yang mencoba, saya fikir tidak perlu kita tanggapi secara berlebihan, ada isu people power dan segala macam, kan ada mekanisme hukum yang kemudian bisa mengantisipasi itu,” tandasnya.

Terkait proses pemungutan suara kemarin, Ahmad M Ali yang datang bersama istri Nilam Sari Lawira menggunakan baju putih, mengapresiasi kinerja penyelenggara.

“Kalau secara pribadi apa yang saya rasakan hari ini (kemarin) pelayanan dari KPPS itu sangat lancar, sehingga berharap kalau semua berjalan seperti ini maka saya pastikan Pemilu akan berhasil dengan baik. Karena semua masyarakat yang datang menggunakan hak pilihnya terlayani dengan baik,” katanya.

“Mungkin tidak tepat kalau dikatakan berbelit-belit. Karena kalau berbelit-belit berarti penyelenggara yang melakukan upaya untuk menghambat untuk menggunakan hak pilih. Tetapi kalau terjadi kerumitan yang rumit iya, karena memang ini baru pertama kali negara melakukan pemilu secara serentak, disatukannya DPD, DPRD, sehingga kemudian setiap wajib pilih itu mendapatkan lima kertas suara,” tandasnya.

Meskipun masyarakat dihadapkan pada lima suart suara, Ahmad Ali yakin masyarakat tidak kesulitan untuk memilih, sebab proses sosialisasi yang sudah berlangsung cukup lama. Semua partai peserta pemilu telah memanfaatkan momen itu untuk melakukan sosialisasi, agar masyarakat mengenal semua peserta yang kemudian ikut kontestasi politik lima tahunan.

“Harapannya kemudian agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung. Kalau itu dilakukan secara maksimal oleh partai politik maupun calon anggota legislatif saya fikir kerumitan itu kita bisa atasi,” tandasnya.

“Apapun itu, hari ini (kemarin) adalah hari pencoblosan. Apapun itu, kita berharap hari ini adalah yang terbaik, negara memfasilitasi semua rakyat, masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” tegas dia.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas