Home Palu

Baznas – Kimia Farma Bantu Masyarakat Penyintas Di Sulteng

288
Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Arief Pramuhanto saat memberikan bantuan secara simbolis kepada Ketua Umum BAZNAS, Prof. Bambang Sudibyo saat acara peresmian Klinik Kontainer, Kamis 18 April 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id  – Melalui klinik konteiner dan mendukung secara penuh sarana kesehatan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma membantu masyarakat penyintas korban bencana alam gempa bumi, stunami dan likuifaksi yang ada di Sulawesi Tengah.

Peresmian itu dilaksanakan tepatnya di area pengungsian halaman Masjid Agung Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 16 April 2019. Pada kesempatan tersebut,  Kimia Farma juga menyelenggarakan sunat masal gratis bagi 100 anak-anak korban terdampak bencana dan memberikan bantuan pendidikan berupa tas serta alattulis sebanyak 100 paket. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan pembangunan masjid.

Dalam sambutannya Ketua Umum BAZNAS, Prof. Bambang Sudibyo mengungkapkan klinik konteiner tersebut merupakan klinik ke tiga yang dibangun oleh Badan Amal Zakat Nasional (Baznas). Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelumnya klinik itu telah terbangun di daerah Donggala.

“Karena kami sudah membangun dua klinik di Donggala. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Kimia Farma yang telah mendonasikan klinik konteiner ini untuk warga Sulawesi Tengah,” ujar Bambang Sudibyo

Oleh karena itu, Bambang Sudibyo sangat berharap semoga sumbangan yang diberikan tersebut dapat meringankan dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya korban bencana. Sementara itu, Klinik Kontainer yang diinisasi oleh Kimia Farma dan BAZNAS ini beroperasi sejak Februari 2019. Sehingga masyarakat khususnya para pengungsi dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Ke depan memang ini harus difikirkan bagaimana terkait kelanjutannya nanti agar supaya fasilitas ini bisa tetap berjalan dan bermanfaat bagi warga di Kota Palu ketika korban bencana ini akan ditempatkan ke hunian tetap (Huntap)yang sementara masih dalam proses pembangunan oleh pemerintah,” katanya.

Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Arief Pramuhanto menjelaskan sejak terjadinya bencana di Sulawesi Tengah yang menyebabkan ribuan korban terdampak, KimiaFarma telah menyalurkan berbagai bantuan kesehatan dan logistik. Selain itu, sebagai perusahaan BUMN, KimiaFarma secara konsisten mengoptimalkan peran sebagai agen pembangunan dan agen sosialyang hadir untuk negeri.

” PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah BUMN Farmasi terbesar di Indonesia dengan layanan Healthcare dari hulu ke hilir yang meliputi Pabrik, Manufaktur Bahan Baku Obat, Research & Development, Marketing, Bisnis Internasional, Trading & Distribution, Layanan Apotek, Diagnostik, dan Klinik Kesehatan,” jelasnya

Sedangkan, untuk mendorong pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah khususnya pada aspek kesehatan. Arief Pramuhanto mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus bagi masyarakat untuk bangkit membangun kembali semangat yang telah mengalami trauma pasca bencana.

“Kami memberikan perhatian khusus bagi mereka untuk bangkit membangun kembali masyarakat Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Untuk bangkit, masyarakat harus sehat dan klinik ini bukan hanya sebagai pelayanan kesehatan, melainkan sebagai sarana edukasi ke masyarakat,” ujarArief Pramuhanto.

Seperti diketahui, lanjut Arief Pramuhanto, Perseroan saat ini memiliki anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu PTKimia Farma Apotek (ritel kesehatan), PT Kimia Farma Trading & Distribution (trading & distribution), PTSinkona Indonesia Lestari (manufaktur kina dan turunannya), PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia(manufaktur bahan baku obat), Kimia Farma Dawaa Co., Ltd (ritel kesehatan & wholesale di Arab Saudi), dan PT Phapros Tbk.

“Hingga Maret 2019, Perseroan telah memiliki 1.178 jaringan Apotek, 550 KlinikKesehatan, 55 Laboratorium Klinik, 3 Klinik Kecantikan, 10 Optik, 48 cabang Trading & Distribution dan34 jaringan usaha di Arab Saudi,” ungkapnya

PT Phapros Tbk atau Phapros resmi menjadi anak perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk sejak 27Maret 2019 melalui Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham PT Phapros Tbk antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Phapros adalah perusahaan farmasi yang berdiri sejak 21 Juni 1954 di Semarang, Jawa Tengah. Hingga saat ini, perusahaan telah memproduksi lebih dari 250 macam produk yang diklasifikasikan dalam kelompok etikal branded, etikal generik, OTC (Over The Counter), dan agromed. Selain itu, perusahaan juga telah memperluas lingkupbisnisnya pada sektor alat kesehatan, toll manufacturing, dan kerja sama ekspor. (*)

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas