Home Banggai

Tujuh Kecamatan di Banggai Belum Terima Logistik

227
ILUSTRASI - Logistik Pemilu 2019. (Foto: republika.co.id)

Palu, Metrosulawesi.id  – Pemilu di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dipastikan molor,  ada tujuh kecamatan setempat yang belum mendapatkan logistik Pemilu 2019.

“Ya benar, masih ada 7 kecamatan yang logistiknya belum terdistribusi,” kata Sahran Raden, koordinator Divisi Sosialisasi, KPU Provinsi Sulawesi Tengah, saat dihubungi.

Menurut Sahran Raden, berdasarkan laporan yang diterima dari Banggai, bahwa saat ini antara lain di Kecamatan Toili Barat 95 persen kertas suara belum diterima, Kecamatan Moilong sekitar 50 persen yang belum terdistribusi, Batui sekitar 75 persen yang belum menerima kertas suara.

Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming menjelaskan, keterlambatan itu terjadi, karena ketiadaan tempat untuk menampung logistik Pemilu, tempat sortir dan tempat peliputan kertas suara.

“Tadinya KPU Banggai sudah mendirikan tenda untuk itu, tetapi karena curah hujan tinggi sehingga dikhawatirkan kertas suara rusak,” kata Tanwir Lamaming.

Menurut dia, dengan keterlambatan itu maka kemungkinan pihaknya menjalankan dua skenario, yaitu penundaan pemilu atau pemilu lanjutan.

Mengutip Luwuk Pos Online, Divisi Hukum KPU Banggai, Supriadi Lawani, mengatakan beberapa waktu lalu sudah rakor bersama Bupati dan unsur Forkopimda. Saat itu kapolres menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi penyimpanan surat suara.

Tapi keputusan itu berubah, sehingga KPU kemudian berinisiatif menggunakan kontainer untuk penyimpanan surat suara. Karena konstruksi tanah tidak representatif, maka niatan itu tidak jadi.

“Saat itu hujan deras. Pelataran kantor KPU becek. Maka tidak jadi menggunakan kontainer,” katanya.

KPU selanjutnya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perkebunan untuk menyewa gedung. Tapu Bupati tidak memberi izin, dengan alasan menjaga netralitas. Alhasil seperti ini kondisinya. Alternatif terakhir adalah di kantor KPU Banggai.

“Karena sudah seperti ini kondisinya, maka kami ikhlas disanksi. Tapi kesalahan ini bukan disengaja,” katanya. (*)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas