Home Politik

KPU Sulteng Siap Coret Satu Caleg Hanura

394
Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen, menyerahkan putusan pengadilan kepada Ketua KPU Sulawesi Tengah. Tanwir Lamaming, di kantor KPU Sulteng, Sabtu 13 April 2019. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id –  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah Ruslan Husen didampingi dua anggota Bawaslu Sutarmin D Hi Ahmad dan Zatriawati mendatangi kantor KPU Sulteng, Jalan S Parman Palu, Sabtu 13 April 2019.

Bawaslu datang untuk menyerahkan salinan putusan Pengadilan Negeri Poso dan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah atas kasus pidana pemilu calon legislatif DPRD Sulteng dari Partai Hanura, Bayu Alexander Montang.

“Kami membawa salinan putusan Pengadilan Negeri Poso dan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah untuk diserahkan ke KPU Sulteng untuk ditindaklanjuti. Terdakwa yang merupakan caleg DPRD Sulteng atas nama Bayu Alexander Montang, putusannya sudah inkrah,” kata Ruslan Husen di ruang kerja Ketua KPU Sulteng, Sabtu 13 April 2019.

Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming mengatakan,putusan yang sudah inkrah tersebut akan tindaklanjuti sebagaimana peraturan perundang-undangan. Dijelaskan, salah satu syarat untuk dinyatakan seorang caleg tidak memenuhi syarat setelah penetapan daftar calon tetap (DCT) adalah karena putusan pengadilan yang sudah inkrah.

“KPU Sulteng mengambil tindakan cepat karena sisa beberapa hari ini jelang pencoblosan,” kata Tanwir Lamaming.

Pihaknya segera melakukan pleno untuk menyatakan tidak memenuhi syarat (TMS)terhadap caleg DPRD Sulteng atas nama Bayu Alexander Montang.

Diketahui, Bayu Alexander Montang adalah caleg DPRD Sulawesi Tengah daerah pemilihan Poso, Tojo Unauna, Morowali, dan Morowali Utara. Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah yang diputus pada 4 April 2019 dalam amarnya antara lain, menyatakan terdakwa Bayu Alexander Montang, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pelaksana peserta pemilu dengan sengaja menggunakan tempat ibadah dalam kampanye dan menjanjikan uang dan materi lainnya kepada peserta kampanye.”

Kedua, menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Bayu Alexander Montang dengan pidana penjara selama tiga bulan. Ketiga, menetapkan hukuman tersebut tidak perlu dijalani, kecuali dengan putusan hakim sebelum lewat masa percobaan selama enam bulan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana. Keempat, menjatuhkan pidana denda sebesar Rp3 juta dengan ketentuan jika denda tida dibayar oleh terdakwa maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Tanwir Lamaming mengemukakan, sebelum Bawaslu Sulteng membawa salinan putusan dari pengadilan, pihaknya juga sudah menerima dari Pengadilan. Pihaknya bahkan telah menyampaikan kepada pihak parpol yang mencalonkan Bayu Alexander Montang mengenai putusan pengadilan tersebut.

“Begitu datang salinan putusan, langsung tindak lanjuti dengan pleno. Setelah itu disepakati hari ini tadi jam 10 kami undang partainya,” kata Tanwir Lamaming.

Langkah selanjutnya setelah di TMS-kan, maka akan diumumkan di semua TPS di dapil yang bersangkutan pada saat pemungutan suara Rabu 17 April 2019.

“Di TPS akan dibacakan oleh ketua KPPS bahwa yang bersangkutan tidak memenuhi syarat lagi. Tapi, jika tetap ada mencoblos maka suaranya akan ke parpol,” kata Tanwir Lamaming.(*)

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas