Home Palu

Gubernur: Jangan Halangi Pembangunan Tanggul

312
Longki Djanggola. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian PUPR melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) berencana membangun tanggul sepanjang 7 km di bibir Teluk Palu. Tanggul tersebut akan berfungsi sebagai mitigasi bencana atas ancaman tsunami di sekitar Teluk Palu. Namun rencana pembangunan tanggul tersebut kemudian mendapat penolakan dari beberapa pihak.

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menegaskan tidak boleh ada pihak yang menghalangi pembangunan tanggul. Rencana tersebut kata Longki sudah disampaikan pihak Satgas PUPR kepada dirinya.

“Tanggul laut sudah direncanakan. Insya Allah uangnya juga sudah ada untuk pembangunan sepanjang tujuh kilo, jangan lagi dihalangi,” tegas gubernur di Palu, Selasa, 9 April 2019.

Gubenur mengetahui terkait keinginan sejumlah pihak yang menghendaki bibir Teluk Palu ditanami mangrove. Berdasarkan laporan Ketua Satgas PUPR Arie S Moerwanto, jutsru tanggu nantinya kata gubernur akan dikombinasikan dengan mangrove.

“Pak Doni sudah mengusulkan selain tanggul, didepannya akan ditanami mangrove, jadi tidak ada masalah. Kalau bisa jalan bersama dan berhasil alangkah indahnya nanti Palu karena ada tanggulnya, ada mangrovenya,” ucapnya.

Longki menambahkan jangan ada pihak yang mengklaim usulan tertentu menjadi yang terbaik. Secara pribadi, ia menyambut baik usulan penanaman mangrove di sepanjang Teluk Palu. Bahkan gubernur menyatakan akan mencari sumber anggarannya.

“Jadi jangan kita saling mengklaim ini lebih baik. Untuk ide memasukkan mangrove, ayo, saya dukung itu, nanti kita cari sumber dana yang lain,” tandas gubernur.

Sebelumnya, Ketua Satgas PUPR Arie S Moerwanto mengungkapkan pembangunan tanggul tidak akan menghilangkan keindahan Teluk Palu. Terkait permintaan penanaman mangrove, Arie juga menyambut baik.

“Kami terima itu, nanti akan dikombinasikan dengan pembagunan tanggul sepanjang 7 kilometer,” ucap Arie.

Arie juga mengaku akan terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pembangunan tanggul. Hal itu dilakukan guna memastikan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

“Makanya kalau ditanya kapan mulai pembangunan tanggul, belum bisa dijawab karena masih harus mendengar saran-saran,” tandas Arie.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas