Home Ekonomi

Mulhanan: Dua Perusahaan Sudah Beroperasi di KEK

596
Mulhanan Tombolotutu. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur Utama PT Palu Bangun Sulawesi Tengah, Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan, saat ini sudah ada dua perusahaan yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, yaitu PT Hong Thai Internasional yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus, serta PT Asbuton Jaya Abadi yang berinvestasi di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas.

“Kedua perusahaan itu sudah beroperasi lebih setahun lalu. PT Hong Thai itu sudah ekspor ke China, Thailand dan India,” kata Andi Mulhanan Tombolotutu di Palu, Rabu 10 April 2019. .

Sedangkan, kata dia, ada lima perusahaan lainnya juga sedang bersiap untuk membangun pabrik di KEK Palu, yaitu PT Indo Mangan Industri yang akan membangun pabrik pengolahan mangan, dan PT Hashimoto Gemilang Indonesia yang membangun pabrik chip dengan bahan baku cangkang sawit. Ada juga perusahaan lainnya yang akan membangun smelter tembaga, pabrik karbon aktif, pabrik kelapa dan turunannya, serta pabrik panel.

“Nilai investasinya lebih Rp5 triliun. Kita menargetkan Rp80 triliun dalam lima tahun ke depan,” kata Mulhanan Tombolotutu.

Kata dia, KEK Palu juga telah menandatangani kerjasama dengan PT.Pindad Indonesia. Badan Usaha Milik Negara itu telah menunjuk PT. BPST sebagai perusahaan pengelola KEK Palu untuk memasarkan 36 jenis produknya dari bisnis industrial.

“Kami ditunjuk untuk memasarkannya di Kawasan Timur Indonesia, kemudian membuka warehouse dan workshop, selanjutnya untuk jangka panjang akan membuka industri di KEK Palu,” katanya.

Meydi Katrin Lengkey, representasi PT Indo Mangan Industri mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam progress tahap pembangunan smelter ferro mangan. Bahan baku mangan didatangkan dari tambang mereka di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Perusahaan ini membangun di KEK Palu, karena fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di KEK Palu yang memudahkan perusahaan itu untuk berinvestasi. Salah satu fasilitas yang didapatkannya di KEK Palu, yakni adanya kebijakan kemudahan perizinan dan insentif fiskal yang dapat mengurangi cost produksi mereka.

“Kami akan membangun smelter dengan dua line, dengan kapasitas output ferro mangan sekitar 84 ribu ton per tahun,” kata Meidy.

PT Indo Mangan Industri ini bekerjasama dengan investor dari Inggris dan menggunakan teknologi pabrik ferro mangan dari Afrika.

“Meski perusahaan kita ini adalah PMDN, tetapi investornya juga dari Inggris, sehingga mereka meminta agar selesai Pilpres baru kita mulai membangun,” katanya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas