Home Donggala Kasman Lassa Ancam Polisikan Oknum Anggota DPRD

Kasman Lassa Ancam Polisikan Oknum Anggota DPRD

210
Ketua Nasdem Donggala Kasman lassa yang didampingi sekretarisnya Sahlan memberikan keteranagn pers terkai aksi demo di kantor Bawaslu Donggala. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)
  • Bantah Tuduhan Pendemo di Bawaslu

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Donggala Kasman Lassa mencancam akan melaporkan Anggota DPRD Donggala dari Partai Golkar ke kepolisian atas perbuatan tidak menyenangkan karena melakukan aksi perusakan kantor BKD dan mensetting aksi demo yang terjadi Rabu 10 April 2019.

“Saya sudah tahu dalangnya demo di Bawaslu itu adalah anggota DPRD dari Golkar. Namanya Abu Bakar Aljufri, karena demo ini karena keluarganya saya berhentikan jadi kepala sekolah di SD 19 Ampera Kelurahan Kabongan Kecil,” tegas Kasman Lassa, Rabu 10 April 2019.

“Masa seorang Anggota DPRD melakukan aksi perusakan kantor BKD hanya karena persoalan keluarganya Suparti saya berhentikan jadi kepala sekolah. Ingat kantor pemerinatah yang diacak-acak itu pelanggaran pidana saya akan laporkan ke polisi dalam waktu 1×24 jam, jika Abu Bakar tidak datang kemari minta maaf kita akan perang,” tukasnya.

Kasman menambahkan atas sikap dan perilaku anggota DPRD tersebut sudah memerintahkan sekwan untuk menahan gaji Abu Bakar Aljufri. Kata bupati lagi, sudah sampaikan ke Abu Bakar bahwa Suparti itu akan dikembalikan lagi pada bulan Juni mendatang.

“Saya sudah tiga kali dikase begini dengan Abu Bakar. Hari ini saya tegaskan kita ‘perang’ saya lawan komiu dan saya perintahkan sekwan tahan gajinya. Seenaknya saja dia itu ingat UU 23, legislatif dan eksekutuf harus bersinergi sejalan bukan malah merusak dan memprovokasi,” jelasnya.

Demo di Bawaslu Donggala

Sementara itu, Bupati Donggala Kasman Lassa yang ketua DPD partai Nasdem membantah semua tudingan yang dialamatkan ke partainya termasuk tuduhan ke caleg Widya Kastarena Lassa yang dituduh membagikan uang 500 ribu, sembako serta kalender Widya Kasterena.

“Tidak benar itu laporan pendemo yang melapor di Bawaslu atau yang melakuakan demo itu semua setingan,” kata Kasman Lassa yang didampingi Sekretaris DPD Nasdem, Sahlan, Rabu 10 April 2019.

Kata Kasman lagi demo yang dilakukan oleh beberapa orang tersebut murni karangan dan telah disetting. Sebab lanjut Kasman, pada kejadiaan 7 Maret dia tidak pernah mengarahkan RT/RW untuk mendukung Widya Kastarena pada Pileg 17 April mendatang.

“Memang benar hari Minggu itu tanggal 7 Maret para RT/RW se Kelurahan Kabonga datang ke rujab ingin bertemu saya. Tapi yang dibicarakan kenaikan gaji bukan persoalan saya suruh pilih Widya apalagi saya sampai bakasi doi 500 ribu dengan sembako. Itu tidak benar,” tegasnya.

“Hari Minggu itu saya langsung ke pesta, saya layani dulu para RT/RW sebentar baru saya tinggal ke pesta, bisa saja mereka ini oknum yang mendemo mengisi beras dari rumhanya dengan membawa kalender Widya lalu menjadikan bahan laporan ke Bawaslu, untuk apa saya hadari undangan klarifikasi Bawaslu saya tidak bersalah,” sesalnya.

Kasman menambahkan, “akar dari persoalan ini adalah dikarenakan saudara dari pendemo saya berhentikan menjadi kepala sekolah SD 19 Ampera kelurahan Kabonga kecil, sehingga mereka ‘dendam’ dan mendesainlah aksi yang memojokkan anak saya”.

“Kepsek SD 19 Ampera itu namanya Suparti, saya berhentikan jadi kepsek karena pada pilkada kemarin bermain politik dan ini bertentanagn dengan UU ASN, jadi yang demo di Bawaslu itu adiknya Suparti namanya Ridwan mereka murni sakit hati karena pelantikan kemarin. Tapi ingat bupati berhak mengangkat, memindahkan dan memberhentikan bawahannya jika bersalah berdasarkan PP 53,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here