Home Sulteng Longki Usul Sayembara Tangkap Tikus

Longki Usul Sayembara Tangkap Tikus

44
SAMBUTAN - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola saat membuka sosialisasi dan advokasi pengendalian schistosomiasis di Swiss-Belhotel Palu, Selasa, 9 April 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)
  • 2021, Eliminasi Schistosomiasis Ditarget Tuntas

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan tengah fokus terhadap eliminasi penyakit schistosomiasis di dataran lembah Napu dan Lindu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dr Reny A Lamadjido mengatakan prevalensi schistosomiasis tahun 2018, pada manusia berhasil ditekan menjadi 0,36 persen. Saat ini eliminasi schistosomiasis fokus pada hewan ternak, keong dan tikus.

“Prevalensi pada manusia sudah berhasil kita turunkan, tinggal eliminasi pada hewan ternak dan tikus,” ujar Reny saat sosialisasi dan advokasi pengendalian schistosomiasis di Swiss-Belhotel Palu, Selasa, 9 April 2019.

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengungkapkan meski belum memenuhi target 0 persen, angka prevalensi tahun 2018, patut diapresiasi. Dia yakin pihaknya bersama tim yang telah ditunjuk akan terus bekerja keras.

“Saya janji pada bu Menkes saat 2021, bersamaan dengan akhir kepemimpinan saya, schistosomiasis ini sudah selesai,” ungkap Longki.

Angka kesakitan atau prevalensi pada manusia terus turun tapi berkebalikan dengan prevalensi pada hewan yaitu tikus dan keong yang masih di atas 1 persen. Tikus tercatat naik sampai 25 persen dan keong 4,74 persen pada 2018.

Prevalensi yang kurang memuaskan ini lanjut gubernur harus bisa disiasati dengan jalan melibatkan masyarakat memutus mata rantai penularan dari kedua hewan. Untuk tikus, gubernur mengusulkan agar diadakan sayembara yang mana tiap ekor tikus yang ditangkap warga diberi imbalan uang.

“Kita nilaikan tikus-tikus yang ditangkap mungki Rp10.000 atau Rp15.000,” kata gubernur.

Sementara untuk keong, gubernur sarankan supaya sumber-sumber air tergenang, sarang keong berkembang biak dibuatkan saluran supaya airnya dapat dialirkan.

“Saya harap Kita kosentrasi lagi untuk membasmi Schistosomiasis khususnya untuk binatang,” pungkas Longki.

Sosialisasi dan advokasi pengendalian schistosomiasis dihadiri Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dan para mitra yang tergabung dalam tim pengendalian schistosomiasis.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here