Home Palu

Satu Satgas Mengawasi 15 Siswa

220
PENGUKUHAN SATGAS - Kadisdikbud Kota Palu Ansyar Sutiadi didampingi Kepala BNNK Palu saat mengukuhkan sejumlah siswa dan guru untuk menjadi Satgas BNN, di halaman SMPN 5 Palu Sabtu, 6 April 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

  • 1.500 Guru dan Siswa SMP Jadi Satgas Anti Narkoba

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu menggelar Gebyar Anti Narkoba dalam rangka Pengukuhan Satgas BNN.

Sebanyak 1.500 siswa dan guru SMP dan MTs Negeri/Swasta se-Kota Palu dikukuhkan menjadi Satgas BNNK Palu dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar serta lingkungan sekolah, kegiatan tersebut diadakan di SMP Negeri 5 Palu, Sabtu, 6 April 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengatakan dengan adanya Satgas BNN di sekolah, dapat menjadi sekolah di Palu bersih dari peredaran narkoba, sehingga peserta didik bisa mengerti betul apa dari bahaya terhadap pengunaan narkoba tersebut.

“Dalam satu sekolah ada 30 Satgas yang terdiri dari guru, tenaga administrasi dan peserta didik. Satgas ini diharapkan mampu memonitoring dan mengendalikan serta mengajak sehabatnya, baik itu guru dan siswa, agar betul-betul sekolah tersebut bebas dari pengaruh narkoba,” ujarnya.

Setiap anggota satgas kata Ansyar, ditugaskan untuk memonitoring dan memastikan 10 sampai 15 siswa lainnya di sekolah masing-masing terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkotika. Jika hal itu terwujud dan berjalan lancar, dipastikan siswa tingkat SMP di Kota Palu terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.

“Jumlah peserta didik tingkat SMP di Kota Palu sebesar 18 ribu orang, jika setiap anggota satgas ini berperan aktif memonitoring dan memastikan 10 sampai 15 siswa lainnya, maka di sekolah tersebut terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Di tempat yang sama Kepala BNNK Palu AKBP Abire Nusu mengatakan tugas dari Satgas tersebut adalah, setelah menemukan ada indikasi di antara teman-temannya akan melaporkan ke guru, kemudian guru ini akan melaporkan ke BNN untuk ditindaklanjuti.

“Setelah itu jika misalkan terindikasi tentunya jika penguna akan direhabilitasi, namun jika pelaku kita akan proses hukum. Olehnya itu jika jika mereka korban pengguna, maka kita rehab mereka untuk medis atau menghinap,” jelas Abire.

Masa kepengurusan Satgas BNN ini katanya, direncanakan selama dua tahun (2019-2020), jika sudah habis masanya tentunya akan diperbarui lagi.

“Pengukuhan atau pembentukan Satgas ini sebenarnya sudah dilakukan, namun belum semua sekolah dibentuk Satgas tersebut, tetapi kali ini semua sekolah dikukuhkan secara serentak se- Kota Palu,” ujarnya.

Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Sulteng, Masnawati Rahman mengapresiasi Walikota Palu berserta Kadisdikbud Palu dan BNNK Palu atas teselenggaranya pengukuhan Satgas SMP se-Kota Palu, untuk selanjutkan Kabupaten lain juga akan menyusul, sebab ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018.

“Jadi nanti di Kabupaten lainnya yang ada di Sulteng, kami juga akan mengadakan kegiatan yang sama seperti diadakan oleh BNNK Palu, olehnya itu jenjang SMA juga akan kita bentuk Satgas melalui BNN Provinsi,” katanya.

Sementara Tokoh Masyarakat, Abdul Rahman mengatakan dengan dibentuknya Satgas Narkoba ini dapat menanggulangi masalah narkoba di Kelurahan Tavanjuka, sebab di kelurahan ini sudah diketahui bersama merupakan raja narkoba.

“Jadi saya kira ini cukup bagus dalam menanggulangi narkoba di kalangan pelajar. Namun untuk di kalangan masyarakat kemungkinan ada upaya lain dari BNNK Palu, sebab narkoba ini sudah menjadi penyakit masyarakat, olehnya itu memang kita harus bekerja sama ke semua pihak utamanya ke penegak hukum,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas