Home Palu

Industri Laundry Diimbau Ramah Lingkungan

254
Ketua ASLI Indonesia, Apik Primadya saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) pertama ASLI Sulteng di Zamrud Resort. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

  • Musda ASLI Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) mengimbau pelaku usaha laundry di Sulawesi Tengah harus mulai memikirkan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh usahanya.

Dengan bergabung di ASLI, maka pelaku industri laundry di Sulteng akan terstandarisasi dalam berbagai hal, terutama tentang pengelolaan usaha hingga edukasi melek teknologi yang gencar digalakkan.

Demikian dikatakan Ketua ASLI Indonesia, Apik Primadya dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) pertama ASLI Sulteng di salah satu hotel di Palu, Sabtu pekan lalu.

“Ramah lingkungan akan dijadikan isu utama kenapa ASLI ada. Karena, membuka laundry rata-rata akan ada isu pencemaran lingkungan. Disamping itu, standarisasi laundry yang peduli kesehatan dan melek teknologi karena sudah masuk di era digitalisasi,” tuturnya.

ASLI, kata dia, telah terbentuk sejak 2015, dan saat ini pembentukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) hampir menyentuh seluruh provinsi di Indonesia. Hal itu membuktikan kemajuan ASLI seiring makin mengerucutnya tujuan organisasi.

“Sudah ada 20 Provinsi di Indonesia yang punya pengurus daerah termasuk Sulteng. Dengan adanya ASLI, maka akan membuat standarisasi terhadap usaha laundry di daerah masing-masing,” tuturnya.

Ia menambahkan, industri laundry saat ini merupakan salah satu yang paling potensial digandrungi masyarakat yang ingin merintis karir di dunia preneurship. Dengan adanya ASLI yang menaungi, maka bukan tidak mungkin industri laundry makin mengudara melampaui industri lainnya.

“Dimana keseragaman terhadap SOP harus ada di industri laundry. Bagaimana caranya mutunya harus mulai meningkat, berkualitas dari cara pelayanan dan complain handling, sehingga mampu bersaing. Melalui kita juga, akan mengedukasi bagaimana usaha laundry menjadi terlihat kekinian, dan konsumen betah datang berkali-kali mempercayakan kita untuk urusan cuci mencuci,” ungkapnya.

Apik Primadya berujar, dalam hal melanggengkan organisasi khususnya di Sulteng, pihaknya membutuhkan perhatian pemerintah terkait kebijakan yang memihak dan memberikan motivasi terhadap pelaku usaha laundry di Sulteng.

“Di setiap daerah yang kita membuka DPD, semua melalui konsultasi kepada pemerintah, karena kita membutuhkan saran dan nasehat yang membangun untuk kemajuan member,” tuturnya.

Untuk Sulteng, kata dia, pihaknya akan menargetkan 50 member bergabung di ASLI. Meski demikian, proses merangkul melebihi ekspektasi, pihaknya pun akan selalu terbuka.

“Kami tidak mau muluk-muluk dulu, yang penting terbuka dalu, sisanya tinggal pengurusnya yang bekerja merangkul. Saya berpikir, akan banyak member disini, mengingat kami hadir sarat akan edukasi membangun seputar industri laundry, dimana inovasi akan selalu dibagikan. Apa yang teraktual selalu disosialisasikan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Derah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Fahrudin Yambas memberikan apresiasinya terhadap berdirinya ASLI. Menurutnya, asosiasi harus terus konsisten dengan tujuannya dan punya integritas.

“Semua yang ada disini ingin melihat, bahwa yang namanya industri laundry bisa memiliki daya saing dengan kelompok lainnya. Oleh karena itu, kami terus memberikan penguatan dan jati diri bagi keberlangsungan apa yang sudah menjadi usaha kita,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas