Home Pendidikan

Sanksi Tegas Menanti Kepsek

223
Irwan Lahace. (Foto: Dok Metrosulawesi)

  • Bila Siswa Konvoi dan Coret Seragam saat Kelulusan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace akan menegur kepala sekolah (Kepsek) yang membiarkan siswa-siswanya konvoi dan coret-coret baju seragam sekolah saat pengumuman kelulusan.

“Jika ada siswa yang masih konvoi dan coret-coret seragam sekolah tahun ini, berarti manajemen kepala sekolah itu kurang baik,” ujar Irwan di Palu, Jumat, 5 April 2019.

Irwan mengaku akan memberikan sanksi teguran keras kepada kepala sekolah yang memberiakan siswanya melakukan konvoi dan coret-coret seragam sekolah.

“Saya sudah sampaikan kepada sejumlah kepala sekolah terkait hal itu, untuk apa lagi siswa lakukan konvoi dan lainnya saya menganggap itu hanya sifat hura-hura saja, konvoi dan coret-coret baju seragam sekolah ini sangat tidak perlu dilakukan,” katanya.

Kata Irwan, pendidikan karakter siswa pasti dipertanyakan jika saat pengumuman kelulusan diadakan konvoi dan coret-coretan seragam sekolah.

“Saya lebih berharap siswa memberikan seragam sekolahnya ke adik kelas atau orang yang membutuhkan, perayaan kelulusan tidak perlu dilakukan secara berlebih-lebihan, cukup kumpul untuk berdoa bersama-sama, makan-makan dan lainya, tidak perlu konvoi dan coret-coret baju seragam,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu Ma’sum Rumi mengimbau kepada seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Palu kelulusan untuk tidak berhura-hura dalam mengikuti pengumuman kelulusan.

“Masalah coret-coret baju seragam sekolah itu sangat tidak dibenarkan. Olehnya saya berharap kepada para kepsek Madrasah dan guru-guru agar menginstruksikan seluruh siswa yang lulus tahun ini untuk tidak melakukan coret-coretan baju,” ujar Ma’sum.

Menurut Ma’sum, coret-coretan baju ini salah satu hal yang bertentangan dengan agama karena mubazir.

“Dari pada mubazir, lebih baik pakaian yang dicoret-coret saat kelulusan diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan seperti di panti asuhan atau diberikan kepada adik-adik kelasnya yang kekurangan baju seragam sekolah,” ungkapnya.

Bahkan kata Ma’sum, pihaknya telah menginstruksikan pihak sekolah sebelum melaksanakan pengumuman agar mengadakan dzikir bersama, dilanjutkan dengan ceramah agama.

“Saya berharap kepada siswa Madrasah Aliyah agar melanjutkan pendidikannya di tingkat Perguruan Tinggi, sementara siswa MTs silahkan melanjutkan sekolah di tingkat MA. Ingat bahwa menuntut ilmu itu harus betul-betul mencapai cita-cita yang diinginkan, pendidikan itu penting untuk masa depan anak bangsa,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas