Home Sulteng

Peran BUMDes Penting Kelola ADD

203
Mohamad Hidayat. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng melalui Sekretaris Daerah Mohamad Hidayat Lamakarata mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan penting dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Dengan banyaknya dana desa yang dikelola maka peranan BUMDesa sangat penting karena apabila berjalan dengan baik, maka dapat mensejahterakan masyarakat itu sendiri,” ujar Hidayat saat membuka Seminar Membangun Desa melalui BUMDes bersama BUMDes Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo Kantor Gubernur, Kamis, 4 April 2019.

Hidayat mengungkapkan ADD saat ini berada dikisaran Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar atau rata-rata Rp1 Miliar. Lebih lanjut dikatakannya, sebelum adanya ADD, maka pembangunan di pedesaan sangat terbatas karèna minimnya anggaran.

“Kalau dulu kita tanya orang-orang di pedesaan apa itu Musrembang, palingan mereka jawab undangan minum-minum teh atau kopi serta membicarakan sesuatu yang tidak akan terjadi,” katanya.

Atas hal tersebut, Hidayat menekankan agar masyarakat dapat memanfaatkan ADD dengan sebaik-baiknya.

Untuk Dana Desa (DD) Provinsi Sulteng sendiri Pemerintah pusat mengucurkan tahun ini sebesar Rp1,567 triliun. Dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan dan ekonomi desa se Sulteng.

Dari total Rp1,567 triliun, Kabupaten Parigi Moutong masih terbanyak mendapat kucuran dana desa mencapai Rp235 miliar. Selanjutnya Kabupaten Banggai Rp231 miliar, Sigi Rp145 miliar, Donggala Rp142 miliar, Poso Rp129 miliar, dan Tojo Unauna Rp120 miliar. Kemudian Banggai Kepulauan Rp113 miliar, Morowali Utara Rp111 miliar, Morowali Rp103 miliar, Buol 92 miliar, Tolitoli Rp88 miliar dan Banggai Laut Rp55 miliar.

Dana desa tahun 2019 mengalami peningkatan sekitar Rp200 miliar lebih dibanding tahun lalu. Pada 2018, dana desa untuk Sulteng tercatat sebesar Rp1,364 triliun.

Adapun tujuan seminar yang dilaksanakan untuk meningkatkan peran dan partisipasi BUMDes dan BUMDes bersama dalam pembangunan di pedesaan. Peserta terdiri atas kepala desa yang berasal dari Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

Bertindak sebagai narasumber Direktur Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan Ditjen Pengembangan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, sesepuh organisasi wanita Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala PT Pembangunan Sulawesi Tengah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas