Home Nasional

Satgas Pamrahwan Yonif 711/Rks, Gelar Sunatan Massal

394
Suasana kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal yang digelar Satgas Yonif 711/Raksatama di Negeri Latu. (Foto: Dok)

Ambon, Metrosulawesi.id – Puluhan anak kesakitan dan menangis di kegiatan bakti sosial khitanan massal yang digelar Satgas Yonif 711/Raksatama di Negeri Latu, Kota Ambon, Minggu 31 Maret 2019. Terlihat puluhan orang tua dengan gembira membawa dan menemani anak-anaknya yang sangat antusias untuk dikhitan secara cuma-cuma alias gratis ini.

Bakti sosial yang digelar selain khitanan massal juga digelar  pengobatan gratis, trauma healing serta penyuluhan kamtibmas. Kegiatan yang dilaksanakan Satgar 711/Rks merupakan program rekonsiliasi Desa Latu dan Desa Hualoy.

Khitanan Massal ini disambut gembira oleh para orang tua yang memiliki anak yang sudah waktunya dikhitan. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan untuk mengkhitankan anaknya dapat digunakan untuk keperluan lainnya, karena Khitanan Massal yang di Satgas 711/Rks  ini disediakan untuk warga tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Dansatgas Yonif 711/Rks Letkol Inf. Fanny Pantouw, M.Tr.Han.,M.I.Pol. menyampaikan pada sambutannya, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rekonsiliasi damai Latu-Hualoy. Sebelumnya digelar  pengobatan keliling gratis, trauma healing, pelatihan marawis bersama pemuda dan penyuluhan kamtibmas.

“Hari ini, kami lakukan agak berbeda yaitu baksos dengan mengedepankan kearfian lokal  berupa khitanan gratis, diawali dengan Tahlilan dan kirap Hadrat tabunan rebana dan alunan shalawat  dimana kirap tersebut didampingi oleh kakak angkat dari anggota Satgas Yonif 711/Rks. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat membantu kesulitan masyarakat dan mengembalikan moril warga akibat konflik di kedua negeri ini,” ujar Fanny Pantouw.

Pada kesempatan itu, Fanny juga mengkampanyekan bahwa Islam anti kekerasan dan cinta damai. Adat istiadat dibuat oleh leluhur tujuannya baik sehingga adat kita lestarikan sebagai budaya Bangsa dan pedomani Agama.

“Damai bukanlah pernyataan menyerah, Tapi damai adalah pernyataan kemenangan keikhlasan dan kesadaraan hati bahwa katong ini saudara.” Ujar Fanny Pantouw,

Sebelum dilakukan khitanan massal dilakukan ritual adat dan kearifan budaya lokal yaitu mengarak anak-anak yang akan dikhitan mengelilingi kampung dengan diiringi marawis serta dilakukan tahlilan/pembacaan doa sebelum acara dimulai.

Pejabat negeri Latu, Abu Bakar Patty dalam sambutannya menyampaikan kegiatan bakti sosial baru pertama kali di Negeri Latu ini yang semuanya lengkap mulai dari pengobatan, penyuluhan kamtibmas dan bakti sosial khitanan massal.

“Kami tidak bisa memberikan apa-apa, kami hanya bisa memberikan ucapan terima kasih banyak dan doa kami untuk bapak bapak satgas 711/Raksatama semoga kebaikan yang bapak berikan kepada kami dibalas oleh Allah SWT” kata Abu Bakar.

Dalam kegiatan tersebut juga dihibur dengan penampilan kesenian marawis gabungan Marawis Satgas Yonif 711/Rks dengan pemuda dan ibu ibu majelis ta’lim Negeri Latu.(*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas