Home Ekonomi

Kota Palu Deflasi 0,45% Selama Maret

214
Kepala BPS Sulawesi Tengah Faisal Anwar menyampaikan rilis data terkait inflasi Kota Palu selama maret di ruang rilis sementara, Senin 1 April 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

  • Harga Bahan Makanan Turun

Palu, Metrosulawesi.id – Kota Palu alami deflasi sebesar 0,45 persen selama Maret 2019. Deflasi Kota Palu dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas, terutama pada kelompok bahan makanan.

Menurut data yang dirils Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Deflasi Kota Palu pada Maret 2019 sebesar 0,45 persen dengan laju inflasi -0,53 dan inflasi tahunan (yoy) sebesar 5,59 persen.

“Pada Maret 2019 kita kembali alami deflasi yang artinya terjadi penurunan harga. Pada saat nasional mengalami inflasi 0,11 kita justru mengalami deflasi,” Ungkap Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar, Senin 1 April 2019.

“Bahan makanan paling tidak kita bisa tekan. Yang punya kontribusi cukup besar terhadap deflasi kebanyakan adalah bahan makanan, khusunya ikan yang mengalami penurunan harga,” katanya.
Andil bahan makanan terhadap deflasi secara keseluruhan sebesar 0,93 persen, dengan inflasi sebesar -4,59 (deflasi).

Adapun lima komoditas penyumbang utama deflasi pada Maret tahun ini yakni ikan selar 0,26 persen, ikan ekor kuning 0,16, ikan layang 0,14, ikan cakalang 0,09 serta ikan mujair 0,07 persen.

Selain itu, komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi seperti bahan bakar terutama bensin (premium), tarif listrik dan beras. Namun andilnya terhadap deflasi lebih kecil.

Berdasarkan data BPS, dua tahun terakhir deflasi terjadi pada Maret secara berturut-turut. Perubahan pola musim atau pola tanam disinyalir mempengaruhi terjadinya deflasi pada Maret dua tahun terakhir.

“Deflasi tidak selamanya baik, karena produk ekonomi jadi kurang menarik untuk pelaku usaha,” ungkap Faisal Anwar.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas