Home Hukum & Kriminal 8 Wanita Poso Nyaris ‘Dijual’ ke Singapura

8 Wanita Poso Nyaris ‘Dijual’ ke Singapura

148
DILIMPAHKAN - Tersangka Risna Pea saat diserahkan ke Kejari Poso, Selasa 12 Maret 2019 lalu. (Foto: Ist)
  • Diiming-Imingi Gaji Rp5,8 Juta Per Bulan

Palu, Metrosulawesi.id – Ditreskrimsus Polda Sulteng menggagalkan delapan wanita asal Poso yang akan diberangkatkan ke Singapura. Mereka akan dijadikan tenaga kerja wanita (TKW) tanpa dokumen.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, Sik, dalam gelar tersangka dan barang bukti, Senin 1 April 2019, di Mapolda Sulteng menjelaskan, penangkapan kesembilan TKI ilegal itu dilakukan pada Ahad 13 Januari 2019 lalu, yang berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan bahwa, pada hari itu akan ada pemberangkatan TKI ilegal, sekitar pukul 09.00 Wita, melalui bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

Para calon TKW itu yang kesemuanya wanita itu rencananya akan berangkat ke Singapura, melalui jalur Kota Batam, Kepri, tanpa dilengkapi dokumen yang menjadi persyaratan pekerja migran di Indonesia, atau menempatkan pekerja migran di Indonesia tanpa SIP2MI (Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia).

“Dalam pemeriksaan oleh penyidik, kedelapan wanita Poso berasal dari Desa Lembo Mawo, Kecamatan Poso Kota,” kata Didik.

Kedelapan wanita itu direkrut oleh Risna Pea (33), juga warga Poso.

“Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar didik.

Didik mengatakan, tersangka Risna Pea merekrut dan menjanjikan pekerjaan kepada delapan wanita lainnya, sebagai pembantu rumah tangga (PRT), di Negara Singapura dengan iming-iming gaji sebesar Rp5,8 juta per bulan. Dan untuk biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh tersangka, yang akan dipotong selama enam bulan dari gaji masing-masing calon TKI.

“Berkas perkara terhadap tersangka Risna Pea, saat ini statusnya sudah tahap II, dan sudah diserahkan tersangka beserta barang buktinya ke Kejaksaan Negeri (Kejari Poso), pada Selasa 12 Maret 2019. Tersangka dijerat pasal 68 Jo pasal 83, dan atau pasal 72 huruf c Jo pasal 86 huruf c UU RI no.18 tahun 2017, tentang perlindungan pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman 10 Tahun Penjara dengan denda 15 Milyar,” ucapnya.

“Sementara itu delapan wanita lainnya yang menjadi korban, yakni Sarce Supai(50), Ester Anglita Managanta( 25), Satria Iwi(37), Eva Yulfianti Pasete(43), Aningsih Tagambe alias Icin (29), Arince Taugu (40), Derlin Tantjoe(27), dan Selvia Insial (24), sudah dipulangkan ke pihak keluarganya masing-masing,” tambahnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here