Home Palu

Warga Balaroa Minta Camat Palu Barat Diganti

208
Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Erfandi Suyuti. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Warga korban bencana alam gempa bumi dan likuifaksi Kelurahan Balaroa meminta kepada Pemerintah Kota Palu agar mengganti Camat Palu Barat, Sabtu, 30 Maret 2019.

Wakil DPRD Kota Palu, Erfandi Suyuti menyampaikan hal itu adalah usulan masyarakat dan perlu dievaluasi.

“Ini khususnya terkait pendataan di Kelurahan. Tentunya, lurah tidak berdiri sendiri, harus ada pemerintah diatasnya, seperti pemerintah Kecamatan,” ucapnya.

Maksud dari Itu, kata Erfandi Suyuti, seharusnya fungsi supervisi harus dijalankan pemerintah Kecamatan terhadap kinerja kelurahan. Pemerintah Kecamatan pun harus mampu menginventarisis hambatan atau kendala yang dialami oleh Pemerintah Kelurahan.

“Itulah yang ingin diharapkan oleh masyarakat Kelurahan Balaroa. Lurah juga harus proaktif melaporkan keadaan wilayahnya apa yang menjadi kendala saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, sinergitas antara pemerintah kelurahan dan kecamatan Palu Barat tidak berjalan efektif, sementara kelurahan di Kota Palu yang terdampak bencana hanya sebagian, seperti di pesisir pantai, Kelurahan Balaroa dan Kelurahan Petobo.

“Pemerintah Kota Palu juga seharusnya memberikan arahan kepada camat untuk aktif melakukan pemantauan terhadap masyarakat, khususnya korban bencana yang saat ini masih mendiami tenda pengungsian,” ungkapnya.

Erfandi menginginkan pimpinan kecamatan lebih pro aktif melihat kondisi warga. Ia juga meminta agar mekanisme supervisi pemerintah kelurahan dan kecamatan harus berjalan dengan baik.

“Di beberapa pertemuan sebelumnya saya juga sampaikan, tidak semua warga di tempat bencana itu meninggal. Banyak juga yang masih hidup, namun bagaimana cara kita melibatkan mereka secara pertisipatif untuk membantu proses ini, apalagi terkait masalah data,” jelasnya.

Seperti yang telah diverifikasi oleh tim dari Bappeda Kota Palu bahwa ada data yang ganda. Ia berharap masalah ini bisa teratasi dengan baik.

“Saya berharap kalau ada data yang ganda, saat masuk, otomatis tidak bisa terinput karena sistem. Ini menunjukkan bahwa penginputan data disana manual, tidak berbasis aplikasi,” harapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas