Home Ekonomi

Pascabencana, Baru 20 Persen IKM Aktif

236
PENJERNIH AIR - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Bupati Sigi Moh Irwan dan anggota DPR RI dapil Sulteng Muhidin Moh Said melihat peralatan penjernih air AMMDes, Kamis 28 Maret 2019. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

  • Revitalisi Sulteng, Kemenperin Fasilitasi Pelaku Industri

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendorong kegiatan percepatan pemulihan perekonomian pascabencana tsunami dan gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah. Upaya tersebut termasuk menggiatkan kembali aktivitas industri dan mengembangkan pemberdayaan ekonomi lokal yang ditargetkan berdampak positif para korban gempa dan masyarakat.

“Sejak masa tanggap darurat hingga saat ini memasuki masa rehabilitasi, Kemenperin bersama pemerintah daerah dan pelaku industri terus berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana alam,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat penyerahan bantuan untuk Revitalisasi Kegiatan Usaha Industri Pascabencana di Sulawesi Tengah di Jodjokodi Conventiin Center, Kamis, 28 Maret 2019.

Kemenperin telah menyelenggarakan program pelatihan mekanik sepeda motor kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Upaya ini dilakukan guna menciptakan wirausaha baru di sektor reparasi sepeda motor.

“Program tersebut juga sejalan dengan keinginan pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), termasuk dalam hal ini adalah peningkatan kemampuan SDM di bidang perbengkelan,” papar Menperin.

Menurut Airlangga, secara umum, telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, salah satunya difokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Faktor SDM berperan penting bagi produktivitas dan daya saing industri nasional, serta mendorong bertambahnya multiplier effect yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pelaku industri yang bersedia memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah yang telah berpartisipasi bersama kami. Saya berharap dengan sinergi yang kita bangun menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan kegiatan usaha industri,” ujarnya.

Pelatihan mekanik sepeda motor yang merupakan hasil kerja sama Kemenperin dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) ini, ditargetkan dapat melibatkan 500 peserta. Kategorinya yakni, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 150 orang, guru SMK (30 orang), pekerja bengkel tradisional (60 orang), dan mekanik binaan anggota AISI (240 orang).

Pelatihan tersebut telah dilaksanakan secara bertahap pada 21 Januari – 8 Februari 2019 lalu.

“Selain itu, kami menyiapkan program pilot project SMK, yang bertujuan membangun satu education center sebagai showcase di salah satu SMK di Sulteng, yang dilengkapi peralatan perbengkelan dan modul pelatihan mekanik sepeda motor sesuai dengan SKKNI dan teknologi terkini,” ungkapnya.

Kemenperin juga memberikan fasilitas pengembangan SDM kepada masyarakat di Sulawesi Tengah berupa rumah produksi di Biromaru, Kabupaten Sigi kepada Kelompok Usaha IKM, mesin dan peralatan IKM, serta peralatan bengkel kepada Kelompok Wirausaha Baru.

Airlangga menambahkan, Kemenperin juga telah mengirimkan lima Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang dilengkapi aplikasi penjernih air. Kelima AMMDes tersebut akan didistribusikan pada tiga wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah, yakni Palu, Donggala, dan Sigi.

“Sesuai karakter AMMDES, unit yang dikirim ke Sulawesi Tengah juga dilengkapi Power Take Off (PTO) yang mampu menggerakkan alat produksi serta utilitas dan alat bantu kerja lain sehingga dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” ujarnya.

AMMDes merupakan hasil pengembangan anak bangsa dengan jumlah komponen lokal mencapai hampir 90 persen dengan melibatkan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai vendor komponennya hingga 42 persen. Saat ini, AMMDES terus dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan produksi masyarakat.

“Setelah kami mengirimkan lima prototipe AMMDes penjernih air ke Palu untuk diuji coba, ternyata respons masyarakat di sana sangat luar biasa karena merasa terbantu,” imbuhnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika menjelaskan, bantuan AMMDes pengolah air jernih diserahkan langsung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kabupaten Sigi dan Donggala serta Kelompok Usaha Masyarakat di Kota Palu.

Menurut Putu, peluang bisnis penjernihan air menggunakan AMMDES dapat menghasilkan keuntungan yang cukup.

“Sebelumnya, kami melaksanakan bimbingan teknis kepada kelompok masyarakat penerima bantuan AMMDes penjernih air mengenai teknis pengoperasian selama 1-2 bulan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dari beberapa perusahaan industri kepada Pemprov Sulawesi Tengah, antara lain dari Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), Pupuk Kujang, Petrokimia Gresik, Semen Tonasa, dan Semen Indonesia. Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Sanwa Tirta Indonesia kepada SD Inpres Perumnas Kota Palu dan Masjid Al-Ikhlas.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sigi Moh Irwan Lapata mengatakan, pascabencana baru sekitar 20 persen pelaku usaha dan industri kecil yang aktif dari hampir seribuan pelaku.

“Angka seribuan itu diperoleh setelah dilakukan rapat koordinasi. Namun belum semuanya bisa kembali beroperasi karena keterbatasan modal dan peralatan. Selama ini usaha kecil terbantu sedikit melalui APBD Sigi sekitar Rp 1 miliar, dana CSR Telkom sekitar Rp2 miliar serta NGO,” kata Irwan.

Menurut Irwan, dengan demikian usaha-usaha kecil masih membutuhkan dukungan permodalan dan peralatan.

“Kita berharap dukungan dari CSR perbankan dan NGO agar usaha-usaha yang belum beroperasi bisa kembali aktif,” kata Moh Irwan.

Dalam kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, sempat mengunjungi rumah produksi bantuan Kementerian Perindustrian serta AMMDes.

Airlangga berdialog dengan para pelaku usaha yang menerima manfaat rumah produksi yang dibangun di Kompleks Pasar Biromaru. Selain rumah produksi, juga dilengkapi peralatan perbengkelan dan mobil pelatihan mekanik sepeda motor.

Salah satu penerima manfaat rumah produksi Dewi Murni mengaku terbantu dengan adanya rumah produksi.

“Bersyukur ada bantuan rumah produksi karena rumah rumah tidak dapat digunakan. Selain itu belum ada bantuan lagi dari pemerintah, modal masih dana sendiri,” kata Murni.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan pemerintah berupa rumah produksi untuk mendukung pelaku usaha bisa kembali bangkit dan melanjutkan usaha yang terhenti akibat bencana.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas