Home Politik

Bawaslu Sigi Loloskan Caleg Gerindra Berstatus Terpidana

365
Ilustrasi. (Grafis: Ist)

  • Juga Batalkan SKCK Polisi dan Surat Pengadilan

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sigi meloloskan Saleh Lino Ratalembah, calon legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra yang berstatus terpidana. Sebelumnya KPU Sigi menyatakan caleg tersebut tidak memenuhi syarat (TMS) dan dicoret dalam daftar calon tetap (DCT) DPRD Sigi.

Selain meloloskan Caleg untuk DPRD Sigi tersebut, Bawaslu juga membatalkan surat keputusan KPU Sigi yang menyatakan caleg tersebut tidak memenuhi syarat (TMS) dan dicoret dalam daftar calon tetap (DCT) DPRD Sigi.

Ketua KPU Sigi Hairil mengatakan, siap melaksanakan putusan Bawaslu Sigi yang dalam amar putusannya memerintahkan kepada KPU Sigi menetapkan kembali Saleh Lino Ratalembah menjadi caleg.

“Kami diberikan waktu sesuai dengan putusan Bawaslu Sigi akan ditindaklanjuti dalam waktu tiga hari. Salah satu poin, kami menunggu tiga hari setelah pemohon memasukkan dua kelengkapan administrasi yaitu SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) dan surat keterangan dari pengadilan,” kata Hairil dikonfirmasi, Rabu 27 Maret 2019.

Sebelumnya, KPU Sigi menyatakan Saleh Lino Ratalembah tidak memenuhi syarat (TMS) dan dicoret dalam daftar calon tetap (DCT) DPRD Sigi. Adapun salah satu alasan KPU Sigi adalah karena adanya putusan Mahkamah Agung terhadap Saleh Lino Ratalembah.

“Iya. Jelas salah satu dasarnya, karena ada putusan Mahkamah Agung yang inkrah. Putusan kasasi,” kata Hairil.

Hairil tidak merincikan kasus hukum yang menjerat Saleh Lino Ratalembah hingga divonis oleh Mahkamah Agung. Yang jelas, putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Karena itu, KPU Sigi menerbitkan surat keputusan yang menyatakan Saleh Lino Ratalembah tidak memenuhi syarat sebagai caleg. Nama pun dicoret dalam daftar calon tetap (DCT) yang dibuktikan dengan surat keputusan KPU Sigi.

Divisi Teknis KPU Sigi Soleman mengatakan, TMS terhadap Saleh Lino Ratalembah beberapa waktu lalu dilakukan mengacu pada surat keputusan KPU RI bahwa TMS dilakukan pasca penetapan DCT jika ada temuan melakukan tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap.

“Terhadap beliau, ada putusan tindak pidana. Beliau terpidana. Kami tidak langsung TMS-kan, tapi melalui proses. Kami klarifikasi ke partai dan kami analisa sebelum keluar keputusan KPU Sigi tersebut,” jelas Soleman.

Meski demikian, terhadap putusan Bawaslu Sigi yang dibacakan Senin 25 Maret 2019, KPU Sigi tidak melakukan upaya koreksi ke Bawaslu RI. “Kami menindaklanjuti putusan itu,” kata Ketua KPU Sigi.

Sementara, Ketua Bawaslu Sigi, Steny Mariny Pettalolo belum berhasil dikonfirmasi. Ponselnya yang dihubungi tidak terhubung, begitu pula pesan singkat (SMS) tidak berbalas.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah Ruslan Husain yang diminta tanggapan juga tidak memberikan pernyataan terkait isi putusan Bawaslu Sigi.

“Saya baca utuh dulu putusannya,” katanya.

Menurutnya, oleh karena sudah diputus oleh Bawaslu Sigi, maka pemohon dan termohon yang menindaklanjutinya.

“Apakah ada upaya hukum koreksi dari mereka. Bawaslu sudah selesai, tinggal dari para pihak apakah ajukan koreksi atau tidak,” kata Ruslan.

Adapun amar putusan Bawaslu Sigi di antaranya menyatakan batal demi hukum dokumen syarat pencalonan berupa SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) atas nama Saleh Lino Ratalembah dan Surat Keterangan Tidak Pernah Sebagai Terpidana dari Pengadilan Negeri Donggala.

Selain itu, memerintahkan pemohon melengkapi syarat pencalonan Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Partai Gerindra atas nama Saleh Lino Ratalembah berupa SKCK dan Surat Keterangan dari Pengadilan Negeri.

“Membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Sigi Nomor:81/HK.03-1-Kpt/7210/KPU-Kab/III/2019 tentang Perubahan Kedua Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Partai Gerindra, sepanjang telah terpenuhinya syarat sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku,” bunyi amar putusan Bawaslu Sigi.

Selanjutnya, memerintahkan kepada Pemohon dan Termohon untuk melaksanakan Putusan ini paling lambat tiga hari kerja sejak Putusan dibacakan. Putusan dibacakan Senin 25 Maret 2019 dalam rapat pleno Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sigi oleh Steny Mariny Pettalolo, S.Sos; Agus Salim,SH; Tisnawaty SH. Ketiganya adalah Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sigi.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas