Home Politik

Ruslan: Kesadaran Masyarakat Tinggi

297
Ruslan Husen. (Foto: Ist)

  • Sulteng Urutan Dua Kasus Pidana Pemilu

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah, Ruslan Husen, mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran kampanye pada pemilu 2019.

Tingginya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi awal terkait pelanggaran kampanye, menempatkan Provinsi Sulawesi Tengah berada di urutan kedua kasus pidana Pemilu setelah Provinsi Jawa Timur.

Meskipun pelanggaran pidana Pemilu cukup tinggi, namun Ruslan menegaskan Bawaslu sudah melakukan upaya-apaya pencegahan dengan menyampaikan imbauan kepada peserta Pemilu maupun pihak terkait yang berpotensi melanggar. Seperti netralitas ASN, aparat desa dan juga anggota BPD.

“Disamping imbauan, Bawaslu juga melakukan kegiatan pengawasan partisipatif dengan turun langsung kepada masyarakat, agar masyarakat menjadi “mata” dan “telinga” pengawas Pemilu guna mencegah terjadinya pelanggaran, sekaligus memberikan laporan ataupun informasi awal ketika ada pelanggaran Pemilu terjadi,” ujar Ruslan, Selasa 26 Maret 2019.

Lanjut Ruslan, ketika fungsi pencegahan sudah dilakukan baik imbauan maupun sosialisasi secara langsung yang dilaksanakan Bawaslu kepada masyarakat, maka Bawaslu memaksimalkan penindakan pelanggaran.

“Dalam melakukan penindakan khususnya Pidana Pemilu, Bawaslu bekerjasama dengan lembaga penegak hukum lainnya yakni kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), tentunya dalam menjalankan tugas, Gakumdu selalu berpedoman pada undang-undang yang berlaku,” tandasnya.

Meskipun Sulawesi Tengah masuk urutan kedua pidana Pemilu maupun pelanggaran Pemilu lainnya, ini menunjukkan kesadaran masyarakat cukup tinggi dalam memberikan informasi awal kepada jajaran pengawas Pemilu, khususnya informasi pidana Pemilu.

“Beberapa pidana Pemilu yang ditangani Bawaslu berawal dari informasi awal masyarakat, ada juga berasal dari temuan pelanggaran oleh Panwascam. Selain melaporkan, masyarakat juga bersedia menjadi saksi dalam pembuktian pelanggaran pidana pemilu,” ungkapnya.

Sikap partisipastif masyarakat tersebut, tentunya berkontribusi terhadap pembuktian pelanggaran pidana Pemilu, yang kemudian menempatkan Sulawesi Tengah berada di urutan dua secara nasional.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas