Home Palu

Ramlan-Fachry Pilih Berdamai

554
Ramlan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Gugatan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Dosen Univeritas Tadulako (Untad) Dr Ir H Ramlan MP pada 25 Februari lalu akhirnya menemui jalan damai. Jalan damai itu ditempuh setelah terlapor, yaitu Ir Fachry Loulemba MP meminta maaf atas kekhilafan dan membuat surat pernyataan bersama.

Dalam surat pernyataan bersama, dijelaskan bahwa permasalahan yang terjadi telah diselesaikan secara musyawarah melalui pendekatan kekeluargaan. Selanjutnya, Fachry meminta maaf karena menjadi orang pertama yang menyebut nama Ramlan sebagai tukang santet, dan berjanji tidak lagi mengulangi perbuatannya. Ramlan dan Fachry sendiri sama-sama mengabdi di Untad sebagai dosen.

Ramlan saat ditemui menyampaikan bahwa dirinya secara ikhlas dan besar hati memaafkan perbuatan Fachry. Terlebih terlapor kata Ramlan, sudah dianggap sebagai sahabat sepengabdian.

“Setelah ada itikad dan niat baik dari sahabat saya itu, saya ikhlas memaafkan. Soal saya pernah dituduh macam-macam, mungkin sahabat saya pak Fachry khilaf. Dia sudah akui, dan berjanji tidak lagi mengulangi perbuatannya. Maka, sebagai seorang muslim yang taat, menjadi kewajiban bagi saya untuk memaafkan,” ujar Ramlan.

Surat pernyataan bersama bermaterai itu, selain ditandatangani oleh Ramlan dan Fachry, juga ditandatangani oleh empat orang saksi. Sebelumnya, pada 25 Februari lalu, Ramlan melapor ke Polres Palu atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu diterima dan diregistrasi dengan nomor LP-B/248/II/2019/Sulteng/Res Palu.

Ramlan melaporkan Fachry karena merasa terusik dengan isu tukang santet terhadap salah satu dosen di Fakultas Pertanian Untad. Ramlan dalam laporannya itu dituduh menyantet salah satu guru besar sehingga menderita sakit keras dalam beberapa bulan terakhir.

Ramlan melaporkan bahwa dirinya telah dihina/dicemarkan nama baiknya. Hal itu karena terlapor sebagaimana dijelaskan dalam kronologis laporan, menceritakan kepada orang-orang yang membesuk sang guru besar bahwa sakit karena disantet oleh Ramlan.

Ramlan menyampaikan bahwa dirinya melaporkan penghinaan itu karena tidak terima atas tuduhan keji yang dituduhkan. Tuduhan itu, tidak hanya menyakiti dirinya, tetapi juga menyakiti keluarga dan merusak nama baiknya.

“Kita ini insan yang beragama dan berpendidikan baik mana mungkin berbuat hal seperti itu,” ucap Ramlan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas