Home Politik 12.087 Pemilih di Sulteng Belum Masuk Sidalih

12.087 Pemilih di Sulteng Belum Masuk Sidalih

234
Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah, Halimah di ruang kerjanya. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)
  • Direkomendasikan Bawaslu, Tunggu Keputusan KPU

Palu, Metrosulawesi.id – Belasan ribu pemilih di Sulawesi Tengah yang direkomendasikan oleh Bawaslu kabupaten kota belum masuk dalam sistem daftar pemilih (Sidalih) KPU RI.

“Menunggu keputusan KPU RI karena ini terkait portal. Rekomendasi (DPK dari Bawaslu kabupaten kota) sudah kita laporkan ke KPU RI, tinggal menunggu kapan dimasukkan menjadi bagian dari DPT. Karena untuk menginput data di sidalih tidak serta merta. Harus ada fitur sehingga pemilahan-pemilahan itu terdeteksi. Contoh nanti kalau sudah masuk, kalau fiturnya belum selesai, malah bercampur dengan DPK biasa. DPK biasa adalah yang belum direkomendasikan menjadi DPT. Jadi, kita tunggu fiturnya selesai,” kata Halimah, Senin 25 Maret 2019.

Sebelumnya, Bawaslu kabupaten/ kota di Sulteng merekomendasi sebanyak 12.087 daftar pemilih khusus (DPK) dimasukkan dalam DPT. Rekomendasi tersebut telah diplenokan KPU Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu dan diserahkan ke KPU RI.

Hanya saja, menurut Halimah, DPK yang direkomendasikan tersebut belum dimasukkan dalam Sidalih karena masih menunggu fitur baru.

”Secara manual sudah kita terima rekomendasi itu dan sudah diplenokan di tingkat provinsi. Jumlah DPK itu disampaikan ke KPU RI, tinggal bagaimana nama-nama ini dimasukkan dalam DPT. Menunggu fitur,” kata Halimah yang baru saja mengikuti pertemuan bersama KPU RI, membahas daftar pemilih.

Dia menjelaskan, penambahan DPT akan berpengaruh pada jumlah surat suara yang harus dicetak. Sementara, saat ini surat suara sudah dalam proses pencetakan dan bahkan sebagian telah didistribusikan ke beberapa kabupaten kota.

“Harus dikoordinasikan sebelum masuk karena basis pencetakan surat suara berbasis DPTHP2 (daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua),” kata Halimah.

KPU Sulawesi Tengah telah melaksanakan rapat pleno terbuka sekaligus menetapkan rekapitulasi perbaikan daftar pemilih tambahan (DPTb) tingkat provinsi, di Hotel Brizky, Palu, Kamis, 21 Maret 2019.

Berdasarkan berita acara pleno tersebut, KPU Sulteng menetapkan jumlah pemilih masuk yang mengurus di daerah asal sebanyak 2.478 pemilih. Sedangkan pemilih masuk yang mengurus di daerah tujuan sebanyak 6.043 pemilih. Sehingga jumlah pemilih masuk di Sulawesi Tengah sebanyak 8.521 pemilih.

Selain pemilih yang masuk, ditetapkan pula pemilih keluar terdiri atas pemilih keluar yang mengurus di daerah asal sebanyak 3.230 pemilih. Sedangkan pemilih keluar yang mengurus di daerah tujuan sebanyak 5.475 pemilih. Sehingga total pemilih masuk 8.705 pemilih. Dengan demikian, maka jumlah pemilih lebih banyak yang keluar dibandingkan yang masuk dengan selisih 184 pemilih.

Sebelumnya, pada Februari 2019, KPU Sulteng juga telah menetapkan jumlah pemilih Sulawesi Tengah 1.952.849. Artinya, jika dikurangi dengan 184 pemilih hasil perbaikan DPTb tersebut, maka saat ini jumlah pemilih Sulawesi Tengah sebanyak 1.952.665 pemilih. Jumlah tersebut belum termasuk daftar pemilih khusus (DPK) sebanyak 6.546.

Selain itu, ada pula DPK yang direkomendasi oleh Bawaslu kabupaten/ kota dengan jumlah pemilih sebanyak 12.087 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki 6.167 pemilih dan pemilih perempuan 5.920 pemilih yang tersebar di 9 kapaten kota. DPK yang direkomendasikan oleh Bawaslu kabupaten kota inilah yang sedang menununggu keputusan KPU RI.

Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah Sutarmin DH Ahmad mengungkapkan, pihaknya telah merekomendasikan sebanyak 12.087 pemilih dimasukkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Dia menegaskan, jajaran Bawaslu Sulawesi Tengah dalam pengawasannya memastikan validitas data belasan ribu nama tersebut belum masuk DPT. Mereka berhak menyalurkan hak suaranya di TPS pada pemilu serentak pada Rabu 17 April 2019.

“Ini berkaitan dengan hak konstitusi warga negara. Orang ingin memilih siapa yang mereka mau pilih. Nah, kalau nama mereka tidak ada dalam DPT, tentu kesulitan menggunakan hak pilihnya. Sehingga Bawaslu merekomendasikan daftar pemilih khusus itu masuk dalam DPT,” tegas Sutarmin DH Ahmad, belum lama ini.

Dia mengatakan, jajarannya tidak sembarang merekomendasikan 12.087 orang. Hanya mereka yang mengantongi KTP elektronik atau memiliki dokumen kependudukan yang bisa direkomendasikan.

“Ini yang (direkomendasikan) memenuhi kriteria by name dan by address. Harapan kami, mereka bisa menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here