Home Ekonomi

Penduduk Miskin Kota Palu Turun 6,5%

218
Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan saat berbicara dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) atau Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020 di Hotel Citra Mulia Jalan Tanjung Manimbaya No.75, Kelurahan Lolu Selatan Kecamatan Palu Timur, Senin (25/3/2019). (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dari target 6%-7% atau 27.000 jiwa penduduk miskin di Kota Palu yang ditetapkan selama 2018, hingga saat ini mengalami penurunan 6,5 persen atau 25.000 jiwa penduduk miskin.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan, Senin (25/3/2019), saat ditemui Metrosulawesi dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) atau Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Citra Mulia Jalan Tanjung Manimbaya No.75, Kelurahan Lolu Selatan Kecamatan Palu Timur.

Menurutnya, dari data 2017 angka kemiskinan di Kota Palu sebanyak 27 penduduk miskin. Sedangkan, selama dua tahun ini pemerintah Kota Palu telah menurunkan angka kemiskinan kurang lebih sekitar 1.500 penduduk miskin.

“Inilah yang menjadi inovasi untuk kita semua. Tentunya angka kemiskinan harus terus dikurangi agar presentasinya lebih besar lagi,” kata Arfan.

Sementara, pencapaian dari pertumbuhan ekonomi Kota Palu mulai dari tahun 2015 sedikit melambat. Saat ini pertumbuhan ekonomi dari data tahun 2017 ditargetkan yang telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 5,5% sampai dengan 7%.

“Tetapi, pencapaian kita sedikit melambat hanya 5,86 persen. Ini yang juga menjadi pertimbangan kami ke depan karena pertumbuhan ekonomi tentunya diukur dari 16 indikator lapangan usaha,” katanya.

Lanjut dia, sedangkan pendapatan per kapita 2017 naik 54 juta dari harga domestik bruto. Sementara ditargetkan pendapatan Inkam per kapita sekitar 34 ribu per tahun warga Kota Palu.

“Ini merupakan pendapatan tertinggi Di Sulawesi Tengah. Hal ini memberikan angin segar kepada kita semua khususnya warga Kota Palu. Ternyata kita harus banyak mempelajari bagaimana daya beli masyarakat akan menjadi bahan acuan ke depannya khususnya pada sektor ekonomi.

Selain itu, ke depan pemerintah Kota Palu akan menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada. Kata Arfan, porsi untuk anggaran di 2019 masih tetap mengaju pada Peraturan. Yang mana bidang kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas dari pemerintah Kota Palu.

“Ini sebagai bahan evaluasi bagi kita semua dan kepada pimpinan OPD maupun yang lainnya. Total anggaran Rp1,3 miliar di tahun 2019 ke depannya di tahun 2020 kami akan prioritas untuk perencanaan masuk dalam tahap recover record (memulihkan catatan),” jelasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas