Home Politik

Cegah PSU, KPPS Harus Cermat

245
SOSIALISASI - KPU Sulawesi Tengah juga menggelar sosialisasi hari pemungutan suara di salah satu warkop di Palu, Sabtu 23 Maret 2019. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

  • KPU Sulteng Sosialisasi Penghitungan Suara

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara (situng) Pemilu 2019 di salah satu warkop di Palu, Sabtu 23 Maret 2019. Tempat pemungutan suara (TPS) dan tata cara pungut hitung sengaja dibikin semirip mungkin dengan yang sesungguhnya pada 17 April 2019, mendatang.

Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming mengatakan, simulasi ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknis pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019. Sehingga, pada saat pelaksanaannya nanti pada Rabu 17 April 2019, tidak ditemukan lagi masalah teknis di  TPS. Melalui simulasi ini, diharapkan pada hari pencoblosan dapat berjalan lancar dan pemungutan suara ulang (PSU) dapat dicegah.

“Agar masyarakat mengetahui surat suara yang akan dicoblos dan tata cara pencoblosan. Kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan oleh KPU kabupaten kota. Tujuannya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019,” kata Tanwir Lamaming di lokasi kegiatan.

Tanwir berharap dengan sosialisasi yang masif dilakukan oleh penyelenggara pemilu, masyarakat semakin memahami pentingnya menyalurkan hak suaranya. Masyarakat diharapkan berbondong-bondong ke TPS menggunakan hak suaranya pada Rabu 17 April 2019.

Pada saat yang sama dan di tempat yang sama, KPU Sulawesi Tengah juga menggelar sosialisasi hari pemungutan suara. Perwakilan partai politik hadir sebagai peserta pada dialog tersebut. Pada kesempatan itu, KPU Sulawesi Tengah juga menyerahkan jadwal kampanye kepada perwakilan parpol.

Empat pembicara pada sosialisasi hari pencoblosan yakni Tanwir Lamaming (Ketua KPU Sulawesi Tengah), Samsul Y Gafur dan Sahran Raden (anggota KPU Sulawesi Tengah), serta Dr Tavip Muhammad, SH MH (akademisi Untad Palu).

Samsul Y Gafur menekankan pentingnya KPPS memahami teknis pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Begitu juga saksi peserta pemilu dan pengawas pemilu. Selain itu, harus cermat dan teliti agar terhindar dari pemungutan suara ulang. “Semua pihak perlu bersinergi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeliruan, baik pada saat pemungutan maupun penghitungan suara,” kata Samsul Y Gafur.

Dr Tavip Muhammad juga mengingatkan kepada penyelenggara di semua tingkatan agar cermat dalam bekerja. Dia memberi perumpamaan kecermatan penyelenggara pemilu layaknya seperti pilot yang menerbangkan pesawat. Mereka harus menghindari dan mengantisipasi kesalahan yang bisa berakibat fatal.

“Penyelenggara harus cermat tingkat paling atas. Peserta pemilu juga harus cermat,” tegasnya.

Sementara, Sahran Raden mengatakan salah satu potensi masalah pada pungut hitung suara di TPS adalah pemilih mencoblos lebih dari satu kali. Hal itu bisa terjadi jika KPPS tidak cermat yang bisa berakibat pemungutan suara ulang (PSU).

“Jika ada yang mencoblos lebih dari sekali, bisa PSU. Oleh karena itu harus cermat,” katanya.

Potensi masalah yang juga perlu diketahui oleh KPPS adalah distribusi C6 (surat pemberitahuan memilih). C6 yang tidak terdistribusi kepada pemilih harus segera diserahkan kepada  PPS satu hari sebelum pencoblosan agar tidak disalahgunakan.

Adapun TPS dibuka pukul 07.00 yang dimulai dengan pengambilan sumpah janji KPPS oleh ketuanya. Pengawas TPS dan saksi juga diharapkan hadir tepat waktu sehingga pleno pembukaan TPS dapat disaksikan semua pihak.

“Pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Dimungkinkan untuk semua pihak dapat mendokumentasikan setelan penghitungan suara,” jelasnya.

Pantauan Metrosulawesi, petugas KPPS yang diperankan oleh PPK sudah berada di TPS sejak pukul 07.00. Setelah TPS dibuka selanjutnya, calon pemilih yang perwakilan partai politik masuk ke TPS. Awalnya, menyerahkan C6 atau surat pemberitahuan memilih kepada petugas KPPS.

Selanjutnya, menerima lima surat suara dan mencoblos di bilik. Setelah itu, surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara dan terakhir menyelupkan tinta tanda telah mencoblos. TPS pun ditutup dan rekapitulasi surat suara dimulai pukul 13.00.

Karena hanya simulasi, maka surat suara Pilpres, DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten kota tidak sesuai aslinya. Partai menggunakan simbol buah-buahan. Begitu surat suara pilpres tanpa gambar atau foto. Acara dimeriahkan dengan musik dan pembagian doorprize. Pada kesempatan itu juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan deklarasi integritas pemungutan dan penghitungan suara oleh KPU Sulteng dan perwakilan partai politik.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas