Home Poso Poso Diguncang Gempa 5,7 SR

Poso Diguncang Gempa 5,7 SR

155
Pasien dan kluarga pasien di RS Poso memilih keluar ruangan saat terjadinya gempa. (Foto: Dok)

Poso, Metrosulawesi.id – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika melaporkan, Minggu, 24 Maret 2019, pukul 08.32.05 WIB, wilayah Kabupaten Poso diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan magnitudo 5,7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,78 LS dan 120,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 48 km arah barat daya Kota Poso, Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah pada kedalaman 39 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Poso. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault).

“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Poso IV MMI, Palu dan Malili III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat Triyono melalui keterangan tertulis ke media.

Menurut Rahmat, hingga pukul 08.43 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id/gempabumi/ atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda ,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg.

Sementara itu, dilaporkan di Kabupaten Poso, warga sampai saat ini masih trauma.  Salah satu warga Pamona Utara Yanto Pontara,  menuturkan , dirinya saat tengan melaksankan ibadah Minggu langsung keluar dari gereja karena guncangan gempa dahsyat.

“Saya bersama istri saya jemaat lain langsung keluar pergi ke luar gereja,” ututur Yanto yang tinggal di Kelurahan Petirodongi ini.

Tak hanya itu, kepanikan juga dirasakan para pasien yang mendiami RSUD Poso. Pantauan metrosulawesi.id.  para pasien bersama keluarga pasien lari berhamburan ke luar ruangan rumah sakit untuk menyelamatkan diri.

Di Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota Selatan juga para ibu-ibu yang memiliki anak bayi  lari berhamburan ke tepi jalan raya saat gempa terjadi.

“Gempa, gempa ya Allah, gempa,” teriak Ibu Sumirah saat gempa terjadi.

Hingga kini belum ada laporan yang menyebutkan ada korban jiwa dan kerusakan saat gempa terjadi.

Reporter: Pataruddin, Ryan Darmawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here