Home Pendidikan

Zonasi PPDB SMA/SMK Tak Berlaku Secara Murni

258
Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace menegaskan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK di Sulteng tidak akan diberlakukan secara murni.

“Untuk daerah pascabencana ada kebijaksanaan menerapkan sistem zonasi pada PPDB, karena seperti di SMAN 1 Banawa siswanya sekitar seribuan pasti dampaknya terhadap PPDB, kemudian di SMAN 1 Sirenja dan SMKN 1 Sigi siswanya juga banyak. Jika sekolah-sekolah ini saya berlakukan zonasi murni kemungkinan akan ada masalah baru,” ujar Irwan melalui ponselnya, Rabu, 20 Maret 2019.

Kata dia, inti dari PPDB ini sebenarnya adalah jangan sampai ada anak didik tidak bersekolah. Olehnya itu PPDB tahun ini pihaknya menekankan kepada sejumlah sekolah, radius satu kilometer dari sekolah, apalagi anak-anak ekonomi rendah itu harus diakomodir.

“Kemudian saya menekankan kepada kepala sekolah, jangan menerima siswa dengan mengutamakan dari luar, dalam artian yang jauh dari radius sekolah,” ungkapnya.

Irwan mengatakan dalam rembuk nasional beberapa waktu lalu di Jakarta, pak Mendikbud RI juga sudah menyampaikan bahwa untuk daerah-daerah yang pascabencana tidak dipaksanakan melakukan sistem zonasi secara murni pada PPDB.

“Yang jelas sistem zonasi PPDB tidak secara murni kami laksanakan, karena ada pertimbangan khusus. Bahkan soal yang di ujian nasionalkan sudah di sesuai dengan materi-materi yang diajarkan pada waktu sebelum bencana terjadi lalu,” ungkapnya.

Irwan mengatakan penerapan PPDB tahun ini menggunakan pertimbangan secara khusus, sebab tidak mungkin pihaknya menerapkan zonasi secara murni. Sebab pasti anak-anak dari daerah Banawa pasti larinya ke kota, dan itu tidak mungkin pihaknya melarangnya. Apalagi SMAN 1 Banawa bangunannya sementara diperbaiki, karena rusak terdampak bencana.

“Kecuali Luwuk Banggai karena di daerah itu sedikit spesifik, maka PPDBnya kita atur tersendiri juga, olehnya masing-masing daerah zonasi PPDBnya kita atur sesuai dengan spesifik dari pada daerah itu sendiri,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas