Home Morowali

Prajurit AU Latihan Perang di Bahodopi

256
LATIHAN TEMPUR - Para Pilot dan kru pesawat TNI-AU yang mengikuti latihan survival tempur, Koopsau II Wanatirta Yudha Tahun 2019 di Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Selasa 19 Maret 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.id – Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar Latihan Survival Tempur Koopsau II Wanatirta Yudha tahun 2019 di kawasan hutan yang berada di sekitar Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Survival diikuti oleh kurang lebih 90 prajurit TNI-AU para pilot pesawat tempur, pilot pesawat angkut seperti Hercules dan pilot helikopter beserta sejumlah kru. Rencana kegiatan tiga hari dan dibuka pada Selasa,19 Maret.

Selain survival darat di kawasan hutan di sekitar Kecamatan Bahodopi, para pilot ini juga akan menjalani survival di Laut.

Panglima Koopsau II, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, menyebutkan dipilihnya Kabupaten Morowali atau tepatnya Kecamatan Bahodopi karena sesuai hasil pengamatan dan peninjauan yang dilakukan, kawasan hutan di area itu sangat memenuhi persyaratan untuk digelarnya pelatihan survival.

“Kondisi hutan dan bentang alam di Bahodopi yang lembab dan panas akan betul-betul menguras tenaga dan daya tahan para pilot yang mengikuti pelatihan ini. Hal ini juga sekaligus menguji ketenangan psikis dan berpikir mereka,” kata Panglima, usai pembukaan kegiatan pelatihan tersebut di Bandara khusus milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Menurut Panglima, tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal kemampuan khusus bagi para awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat, baik di darat maupun di air, dikarenakan pesawat yang diawakinya mengalami accident (kecelakaan) di daerah musuh.

“Ini juga sekaligus untuk melatih dan menguji kemampuan fisik dan mental awak pesawat agar mampu survive menghadapi situasi darurat di daerah operasi, sampai dengan mendapatkan dukungan dan pertolongan melalui evakuasi udara,” katanya.

Panglima mengatakan, penggunaan bandara khusus milik PT IMIP sebagai basecamp kegiatan Latihan Survival Tempur Koopsau II Wanatirta Yudha tahun 2019 adalah selain dekat dengan lokasi latihan juga untuk memudahkan distribusi dan bongkar muat logistik serta pergerakan pasukan.

Latihan itu juga sebagai persiapan untuk penempatan satu detasemen TNI-AU di Kabupaten Morowali. Keberadaan satu detasemen itu, kata Panglima, adalah untuk mendukung PT IMIP yang berstatus sebagai objek vital nasional.

“Kami berterima kasih kepada pihak PT IMIP yang meminjamkan area bandara khususnya dan memberikan dukungan atas kegiatan ini,” ujar Panglima.

Terkait penggunaan bandara oleh pihak TNI AU, Managing Director PT IMIP, Hamid Mina mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut. Apalagi tujuan kegiatan itu adalah untuk melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sepanjang untuk kepentingan NKRI, kami mendukung penuh. Apa yang bisa kami bantu,akan diberikan,” kata Hamid Mina.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas