Home Ekonomi

Kawula Muda Nusantara Gelar Seminar Nasional di Palu

394
Ketua Kawula Muda Nusantara saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Ekanusa Festival 2019 pada salah satu hotel di Kota Palu, Jumat, 15 Maret 2019. (Foto: Ist)

  • Sambut Revolusi Industri 4.0

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Walikota Palu  Sigit Purnomo menyatakan, kota Palu memiliki potensi yang sangat luar biasa. Bahan baku kelapa, serabut, tempurung misalnya, sejatinya bernilai bagi orang luar negeri. Hanya saja masyarakat kurang peka akan peluang tersebut.

Tidak menutup kemungkinan ini juga terjadi pada masyarakat di luar Palu. Untuk itu, perlu adanya upaya penyadaran dan peningkatan soft skill untuk bisa bersaing di dunia kerja, utamanya untuk menciptakan lapangan kerja di zaman industri “4.0”.

Hal itu disampaikan pada acara Eka Nusa Fest dengan tema “Kawula Muda Tonggak Perekonomian Bangsa” pada 15 Maret 2019 di Hotel Gajah Mada, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Acara tersebut diinisiasi oleh Kawula Muda Nusantara bekerjasama dengan Kementrian Koperasi dan UKM.

Kawula Muda Nusantara sendiri adalah organisasi yang berdiri sebagai antitesis dari permasalahan bangsa khususnya kaum milenial yang seringkali gamang. Sementara, zaman terus bergerak dan menuntut kreatifitas.

Karenanya, acara ini  bertujuan untuk menyadarkan pemuda agar tidak terus berpangku tangan. Ketua Kawula Muda Nusantara,  Ahmad Nabil Bintang dalam sambutannya menyerukan bahwa pemuda harus kreatif dan mandiri.

 “Sampai kapanpun pemerintah tidak akan pernah mampu menyediakan pekerjaan kepada seluruh masyarakatnya. Pemuda harus sadar, bahwa semua bisa jadi pengusaha. Jangan bebankan semua pada negara,” Ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo, Wakil Dirjen Intelkam Polda Sul-Teng Suyono,  dan Deputi PSDM Kementrian Koperasi dan UKM Ruly Nuryanto yang sekaligus membuka acara. Setelah pembukaan, acara ini dilanjutkan dengan dialog nasional dan seminar pelatihan.

Dalam seminar pelatihan, para peserta dibagi menjadi tiga kelas: pelatihan barista, pelatihan perkoperasian, dan pelatihan handycraft.Masing-masing kelas, berjumlah  tiga puluh peserta yang terdiri dari pemuda dan keluarga terdampak bencana.

Ketua Pelaksana, Azmi Fathoni Arja menjelaskan, masing-masing kelas dibawakan oleh pemateri yang memumpuni di bidangnya. Pemateri menyediakan alat-alat tertentu sebagai sarana pelatihan, dengan harapan peserta mampu memahaminya dengan baik.

“Semoga, acara ini mampu menambah soft skill peserta sehingga dengan itu mampu membuka lapangan pekerjaan baru,” tutupnya. (bj***)

Ayo tulis komentar cerdas