Home Palu

Pelaku UKM Diajari Jadi Barista

199
Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said saat menjadi keynote speaker pada acara Ekonomi Kreatif Muda Nusantara (EKA NUSA) Festival di salah satu hotel di Kota Palu, Jumat-Sabtu, 15-16 Maret 2019. (Foto: Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dewan Pengurus Pusat Kawula Muda Nusantara menggelar giat Ekonomi Kreatif Muda Nusantara (EKA NUSA) Festival di salah satu hotel di Kota Palu, Jumat-Sabtu, 15-16 Maret 2019. Sebanyak 90 pelaku UKM ikut serta dalam kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI.

Dalam sambutannya, Ketua Kawula Muda Nusantara, Ahmad Nabil Bintang mengatakan kegiatan itu berawal dari keresahan akan kondisi bangsa, khususnya pemuda atau kaum millenial yang mendapati minimnya lapangan kerja.

“Lapangan kerja tidak seimbang dengan angkatan kerja membuat tingginya angka pengangguran. Untuk itu perlu adanya peningkatan soft skill untuk bisa bersaing di dunia kerja, utamanya untuk menciptakan lapangan kerja. Di zaman industri 4.0 semua ada di genggaman, semua bisa menjadi pengusaha,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM,Ruly Nuryanto mengungkapkan ada beberapa pelatihan yang akan diberikan pada kegiatan tersebut. Untuk itu diharapkan para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan itu.

“Disini kami fokus pelatihan barista dan kerajinan atau handicraft. Jangan sungkan tanya kepada fasilitator. Kenapa pelatihan barista? Karena kabarnya Kota Palu ini booming usaha kopi. Nanti diajarkan bagaimana menyajikan kopi dengan cita rasa yang baik,” katanya.

Ruly mengungkapkan kegiatan tersebut adalah salah satu dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan industri kreatif di daerah.

“Saya berharap industri kreatif Kota Palu lebih baik pascabencana dari pada sebelumnya,” katanya.

Ruly menjelaskan, revolusi industri 4.0 adalah keniscayaan yang harus dihadapi.

“Persiapkan diri saudara-saudara untuk menghadapi arus informasi dan teknologi. Masyarakat kini semakin terbuka. Dengan adanya media sosial, orang lain dapat mengetahui diri kita lebih mudah. Ini membuat pergeseran kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

“Akan banyak bidang pekerjaan yang hilang, yang berbau rutinitas, buruh diganti robot, teller di bank kini banyak di ganti dengan E-Banking, banyak bank yang telap menutup kantor cabangnya. Urus izin sekarang pun bisa menggunakan sistem online. Ini semua membawa peluang bagi profesi baru dan ekonomi kreatif. Misalnya saat ini ada Youtubers , vlogger yang diminati anak millenial. Ini adalah dampak perkembangan teknologi informasi,” katanya.

Rully juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan media sosial untuk jualan.

“Dulu pedagang harus sewa lapak. Sekarang orang baru bangun tidur sudah bisa langsung jualan. Artinya market place berkembang. Ada empat unicorn di Indonesia dan produk lokal harus marak mengisinya. Apa kebutuhan masyarakat, itu yg kita produksi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said selaku keynote speaker dalam acara itu mengungkapkan Kota Palu sangat peduli dengan perkembangan UKM dan ekonomi kreatif.

“Sebelum bencana, ada program kami yaitu Kelurahan Inovasi Mandiri Berbasis IPTEK. Kurang lebih 4000 pelaku UKM ada di Kota Palu. Dan itu kami nilai, akhirnya ada 39 UKM yang kami kembangkan di tiap kelurahan di Kota Palu.

Kata dia, ada tiga konsep yang disodorkan Pemkot Palu untuk pengembangan UKM. Pertama, pendampingan. Kedua, kami berikan dana segar untuk pengembangan dan akses perbankan.

“Potensi Kota Palu sangat luar biasa. Contoh bahan baku kelapa. Serabut,tempurung bisa menjadi nilai yang luar biasa. Mungkin kawan-kawan peserta bisa lihat di Jakarta Design Center, disitu ada kerajinan dari bahan baku kelapa yang memiliki nilai jual yang luar biasa hingga ratusan juta, dan diminati oleh orang luar negeri. Disini kepala kita tendang-tendang saking banyaknya,” ungkapnya.

Wawali Sigit menambahkan bahwa budaya ngopi orang Palu luar biasa.

“Kita ambil kesempatan pada pelatihan ini, untuk menjadi barista yang baik dengan sajian kopi yang bernilai lebih. Packaging pun harus bagus. Mari pasca bencana kita bersama rajut kembali UKM-UKM di Kota Palu. Pemkot sedang berusaha bangkitkan UKM, namun saya minta untuk bersabar,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas