Home Donggala Waspada Hoax, Beda Pilihan Wajar dalam Demokrasi

Waspada Hoax, Beda Pilihan Wajar dalam Demokrasi

120
FOTO BERSAMA - Seusai pelaksaanan tablig akbar, sejumlah pejabat yang hadir, berfoto bersama. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Polres Donggala melaksanakan tablig akbar di Kelurahan Boya Kecamatan Banawa, Selasa 12 Maret 2019. Kegiatan yang dimaksudkan menyambut Pemilu 2019 yang aman dan damai itu dihadiri Kapolda, Wakapolda, Danrem, Bupati Kasman Lassa dan unsur forkompinda.

Guru besar pemikiran Islam modern IAIN Palu, Prof Zainal Abidin, sebagai pembawa hikmah pertama pada tablig akbar tersebut mengajak masyarakat Donggala pada khususnya dan Sulawesi Tengah pada umumnya untuk tetap menjaga suasana damai dan sejuk dalam pelaksanaan pesta demokrasi 17 April mendatang.

Banyaknya berita-berita hoax yang sering dipertontonkan di media khususnya timses capres/cawapres antara dua kubu yang berkompetisi di Pilpres 17 April mendatang membuat masyarakat agar selektif menilainya dan berpikir cerdas sebelum menarik kesimpulan.

“Agar kita masyarakat tidak mudah dibenturkan karena fanatisme,” ujarnya.

“kita harus pandai menilai suatu informasi atau berita, contoh ada kisah dua orang pedagang yang dititipkan usaha oleh orang tuanya yang sudah meninggal, pedagang yang pertama dititipkan amanah oleh orang tuanya kalau mau sukses beradagang jangan memberi utang kepada orang lain termasuk mertua, pedagang yang kedua dititipkan amanah berdagang harus terbebas dari terik matahari agar kulit tidak gosong, singkat cerita pedagang kedua bangkrut karena modalnya habis pakai sewa rental menuju tempat dagangannya karena tidak mau kena sinar matahari. Padahal jika kita cerdas memaknai dari pesan tersebut maksudnya adalah kita sebagai umat Muslim keluar mencari atau mengais rezeki baiknya itu sesudah shalat subuh dimana matahari belum menampakkan sinarnya sehingga kulit kita terbebas dari sengatan matahari bukan malah menyewa rental atau menggunakan mobil,” sebutnya.

“Begitu juga dengan pemberitaan yang sifatnya mengarah ke fitnah atau hoax, kita jangan langsung menelan mentah-mentah belajar memaknai dan menerjemahkan jangan terburu-buru menarik kesimpulan pandai-pandailah melihat trik politik jangan samapi kita umat Islam diadu domba hanya karena perbedaan pandanagan dalam pilihan, mau nomor satu atau nomor dua terserah pilih mana yang mana karena konsekuensi dari demokrasi sudah seperti itu, dan tanamkan di benak perbedaan sangat indah jika kita mampu bersikap bijak saling menghargai dalam menentukan pilihan politik,” pesannya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here