Home Palu

Warga Diimbau Tak Mudah Percaya Isu Tsunami

224
PUSAT GEMPA - Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Geofiska Palu Bambang Haryono memperlihatkan titik pusat gempa di monitor komputer. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang Wilayah Donggala, Sulawesi Tengah pada Rabu 13 Maret 2019 kemarin merupakan gempa bumi normal akibat pergerakan Sesar Palu Koro. Gempa bumi berkekuatan 5,0 SR itu tidak berpotensi tsunami.

Gempa bumi Tektonik berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) kembali menguncang Kota Palu dan kabupaten Donggala, pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.50 Wita.

Hasil analisis BMKG Stasiun Geofisika Palu episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,01 LU dan 119,66 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 KM arah utara Kabupaten Donggala pada kedalan 10 KM.

Saat gempa bumi terjadi ribuan warga berhamburan lari ke jalan raya kemudian mengungsi ke ketinggan. Warga panik akibat gempa bumi tersebut.

Untuk meredam isu hoax yang beredar di tengah masyarakat, masyarakat diimbau agar hanya percaya informasi yang dikeluarkan oleh BMKG.

Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Geofiska Palu Bambang Haryono memastikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Tsunami terjadi jika gempa buminya berskala 7 skala ritcher. Ini kan gempanya 5.0. Jadi warga diimbau agar tetap tenang,” ungkap Bambang saat ditemui di tempat kerjanya.

“Jika ada masyarakat yang mengungsi, itu hal wajar karena mereka masih trauma pasca 28 September lalu. Tapi dipastikan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami meskipun ada laporan warga mendengar ada gemuruh. Kami imbau agar warga tidak panik,” katanya.

Sementara itu titik gempa pada Rabu kemarin tidak sama dengan pusat gempa pada 28 September 2019 lalu.

“Jadi yang kemarin itu sedikit lebih ke atas.”

Namun begitu, gempa bumi kemarin dipastikan karena adanya pergerakan Sesar Palu Koro. Selain gempa 5.0, juga terjadi gempa susulan Info dengan magnitudo 3.5 SR pada pukul 10:29 Wita, di lokasi 1.62 LS – 120.07 BT (darat, 3 kilometer arah timur Laut) Kabupaten Sigi dengan kedalaman  10 kilometer.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas