Home Sulteng Warga Diimbau Rutin Lakukan 3M Plus

Warga Diimbau Rutin Lakukan 3M Plus

213
dr Reny A Lamadjido. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dr Reny A Lamadjido mengimbau warga agar rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M plus yakni menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang sampah. Dengan rutun melakukan 3M plus, warga akan bebas dari ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Meskipun kita sudah mau memasuki musim kemarau, tapi tetap harus waspada penyakit DBD dengan rutin melakukan 3M plus,” ujar Reny, Selasa, 12 Maret 2019.

Dia mengatakan dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus harus terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, khususnya saat musim penghujan.

Itu karena upaya penanganan DBD dengan melakukan fogging dinilai tidak efektif memberantas nyamuk aedes aegypti. Fogging dikatakan hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik aedes aegypti tetap hidup. Hal itu sudah terbukti dalam beberapa temuan jentik nyamuk aedes aegypti tetap hidup meski telah dilakukan fogging.

“Jentik nyamuk aedes aegypti tidak mati dengan hanya melakukan fogging karena hidupnya di tempat-tempat tertentu seperti penampungan,” ucap Reny.

Dia mengungkapkan saat ini penanganan DBD terus dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Temuan kasus DBD juga dikatakan kian menurun dari hari ke hari, termasuk di Kota Palu ibukota Provinsi Sulteng.

“Kita berharap masyarakat bisa rutin melakukan 3M plus tadi dimulai dari lingkungan rumah masing-masing,” tandas Reny.

Sebelumnya Dinkes Sulteng telah mengimbau masyarakat se Sulawesi Tengah mewaspadai ancaman penyakit DBD yang masih berlanjut hingga Maret. Kewaspadaan yang harus dilakukan masyarakat yaitu pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M plus.

Fogging yang selama ini dianggap ampuh memberantas nyamuk DBD tidak akan terwujud jika tak diikuti dengan pemberantasan sarang nyamuk di dalam rumah. Hal itu sudah terbukti saat fogging dilakukan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) pada Mei-Juni 2018, namun beberapa bulan kemudian penyakit DBD justru merebak di daerah itu dan ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun demikian fogging akan tetap dilakukan jika dipandang perlu dalam mencegah peningkatan kasus DBD.

Untuk Sulteng sendiri dalam kurun Januari 2019, Dinkes mencatat sebanyak 180 kasus DBD. Dari jumlah kasus tersebut, 5 orang dikatakan meninggal dunia yang terdapat di dua kabupaten dan satu kota. Kasus DBD Januari 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here