Home Palu

Rektor Untad Tindaklanjuti Instruksi Menristekdikti

695
Prof Mahfudz. (Foto: Ist)

  • Cef-InAP Akan Diubah Jadi IPCC

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir H Mahfudz MP langsung menindaklanjuti instruksi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) agar mendorong publikasi artikel ilmiah dijurnal internasional bereputasi.

Prof Mahfudz menyampaikan ia akan langsung menggelar rapat koordinasi bersama Penanggungjawab Center for International Article Publications (Cef-InAP), Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS, Koordinator Cef-InAP, dan segenap jajaran tim ahli Cef-InAP. Rapat koordinasi itu dilakukan menindaklanjuti instruksi Menristekdikti terkait peningkatan publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi.

“Senin (hari ini), saya akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak Cef-InAP, dalam hal ini bapak Prof Basir Cyio selaku penanggungjawab, koordinator dan segenap tim ahli Cef-InAP,” ujar Prof Mahfudz, Sabtu, 9 Maret 2019.

Dia berharap agar dosen Untad dapat didorong untuk meneliti dan mempublikasikan hasil penelitian dijurnal internasional bereputasi. Pimpinan Untad kata Prof Mahfudz, menyiapkan Cef-InAP sebagai unit yang akan memfasilitasi dosen yang akan mempublikasikan artikelnya dijurnal internasional bereputasi.

Dengan melihat tuntutan ke depan, Prof Mahfudz berencana akan mengubah Cef-InAP menjadi International Publication and Collaborative Center (IPCC). Perubahan itu menurutnya bertujuan untuk memperluas jejaring kerjasama terkait publikasi artikel dijurnal-jurnal bereputasi dan terindeks.

“Kami akan berupaya untuk menjalankan instruksi pak Menteri. Selain menjalan instruksi untuk pencapaian target dan peningkatan publikasi, juga memiliki peran penting untuk peningkatan kapasitas dan kualitas dosen Untad. Olehnya, Senin saya akan mengundang Tim Cef-InAP untuk rapat koordinasi,” tandas Prof Mahfudz.

Seperti diketahui, Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir Ph.D menugasi Rektor Untad Prof Dr Ir Mahfudz MP mendorong publikasi dosen di kampus tersebut. Untuk Untad katanya, harus ada peningkatan kualitas publikasi internasional. Guru besar, lektor kepala, lektor, dan asisten ahli harus ditargetkan untuk melakukan publikasi.

“Rektor baru harus bekerja keras. Majukan perguruan tinggi demi bangsa dan negara,” ujar Prof Nasir usai melantik Prof Mahfudz sebagai Rektor Untad periode 2019-2023 di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019.

Dia juga berpesan agar Rektor baru Untad melaksanakan kontrak kerja, sebab Kemenristekdikti akan mengevaluasi kinerja pemimpin PTN secara berkala.

“Terutama peningkatan kualitas lulusan, sistem pembelajaran dan dosen,” kata Prof Nasir.

Menristekdikti juga berharap agar para pemimpin perguruan tinggi yang dilantik memusatkan perhatian untuk melanjutkan kepemimpinan sebelumnya, dan menciptakan good university goverment. Olehnya pemimpin perguruan tinggi tidak boleh melanggar norma good university goverment.

“Jabatan itu amanah. Harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan hati,” pungkas Prof Nasir.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas