Home Ekonomi

Bank Muamalat Pelopori “Komunitas Halal Palu”

284
Bambang Haryo Nugroho. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pimpinan Bank Muamalat Cabang Palu, Bambang Haryo Nugroho mengatakan, pengembangan industri halal akan menjadi lebih kompetitif dengan keterlibatan dari sektor industri keuangan dan perbankan syariah. Untuk itu, pihaknya mempelopori rencana pembentukan “Palu Halal Food And Tourism Community” atau “Komunitas Makanan dan Wisata Halal Palu”.

“Ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perbankan syariah dalam pengembangan industri makanan halal di Indonesia khususnya di Sulawesi dalam hal ini Kota Palu,” katanya, Jumat 8 Maret 2019.

Rencana pembentukan makanan dan wisata halal itu katanya, lahir dari diskusi dengan beberapa pihak seperti, penyiar radio, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), pejabat pemerintah dan para akademisi.

“Saya menginisiasi pembentukan komunitas ini,” katanya.

Menurutnya, dalam komunitas tersebut perbankan syariah tidak hanya terbatas pada pembiayaan berbasis syariah yang bebas riba (bunga), maysir (ketidakpastian), dan gharar (perjudian). Akan tetapi, pada seluruh tahapan proses produksi (halal value chain management).

“Kita meyakini akan kebutuhan kuliner atau makanan halal maupun wisata halal sangat tinggi, bukan berarti itu identik dengan agama Islam, tapi ini merupakan kebutuhan agar di Kota Palu ataupun wisatawan tidak ragu untuk berkunjung di daerah ini,” ujar Bambang.

Oleh sebabnya, peran penting yang dapat dilakukan perbankan syariah guna mengembangkan dan meningkatkan industri makanan halal, diantaranya dalam tiga proses halal integrity. Pertama pada tahap pengendalian halal, kedua pada proses logistik dan terakhir tahap halal verification.

“Kami juga akan menggandeng lembaga terkait dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan UMKM yang ada di Kota Palu untuk dapat membantu mengkolektifkan para usaha kuliner bisa mendapatkan sertifikasi halal. Sehingga, ke depan kita akan memiliki semacam ikatalog atau buku panduan secara virtual. Kalau dibilang kata kasarnya semacam format pdf,” ucapnya.

Bambang menjelaskan sektor pariwisata mampu menghidupkan ekonomi masyarakatdi sekitarnya, pariwisata juga diposisikan sebagai sarana penting dalam rangka memperkenalkan budaya dan keindahan alam daerah terkait.

“Buku virtual ini akan dibagikan ke seluruh masyarakat mancanegara maupun di Indonesia bahwasanya ada daftar halal food and tourism community atau komunitas makanan dan wisata halal di Kota Palu dan bekerja sama dengan agen travel,” jelasnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan ini menjadi suatu cara tersendiri dan menambah nilai untuk membangun ekonomi pasca bencana alam 28 September 2018 lalu yang meluluh lantakan Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah. Sementara itu, ia mengharapkan bagi semua kalangan masyarakat agar lebih aktif dalam meningkatkan ekonomi khususnya dibidang pariwisata.

“Yang sebenarnya secara prinsip kondisi Palu memang banyak tempat-tempat wisata yang sudah tidak layak atau rusak akibat gempa, stunami dan likuifaksi. Namun, dari segi kuliner Kota Palu semakin bertumbuh. Inilah yang harus kita manfaatkan jangan mengambil peranan sendiri. Bagi semua stakeholder harus bersatu baik itu dari kalangan masyarakat, pejabat dan swasta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pariwisata,” tuturnya.

Ke depan kata Bambang, komunitas tersebut akan didaftarkan legalitas ke Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri atau disingkat dengan Kesbangpol Kemendagri Kota Palu.

“Agar supaya komunitas ini diakui sebagai tempat berkumpulnya sekelompok masyarakat yang peduli akan wisata dan kuliner halal yang ada di Kota Palu dan sekitarnya. Nah, sebagai contoh makanan khas daerah sini seperti Kaledo bisa dikenalkan melalui komunitas ini,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas