Home Ekonomi TATA Motors Terus Bergerak di Sektor Niaga

TATA Motors Terus Bergerak di Sektor Niaga

118
SPV TATA Motors Palu Nur Afni, kedua dari kiri berpose di samping produk Tata yang dipasarkan di Kota Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagai diler resmi di Indonesia dalam naungan PT Celebes Prima Sejahtera (CPS) di Kota Palu, Sulawesi Tengah mobil pabrikan asal India ini TATA Motors menargetkan penjualan di segmen niaga.

SPV TATA Motors Palu, Nur Afni mengatakan pesatnya pertumbuhan e-commerce yang memicu geliat bisnis logistik, informasi kendaraan niaga semakin menarik diperhatikan. Sementara itu, Afni mengungkapkan untuk di wilayah Sulawesi Tengah TATA Motors cukup lumayan banyak peminatnya.

“Karena mobil ini kapasitas muatan lebih dari 4 ton. Sedangkan, kecepatan 3.000 cc dan paling banyak yang pakai untuk usaha mikro kecil dan menengah,” kata Nur Afni, Rabu (6/3/2019).

Sementara itu, target penjualan untuk TATA Motors Palu di 2019 sebanyak 10 unit per bulan. Lanjut dia, pencapaian pasca bencana khususnya bulan Januari sampai pada 6 unit. Sedangkan, pengguna mobil tersebut dominan di wilayah Kabupaten di Sulawesi Tengah.

“Tahun kemarin kami jual sekitar 50 unit selama setahun. Kami hadir untuk masyarakat Sulteng sudah hampir dua tahun lebih. Untuk skala nasional sudah ada delapan tahun. Peminat mobil ini di wilayah Kabupaten Morowali, Poso, Banggai, Sigi, Donggala dan Kota Ampana,” jelasnya.

Afni menjelaskan bahwa pihak TATA Motors Palu juga menyediakan garansi servis dan ganti oli selama tiga tahun per enam bulan. Tipe dan harganya pun beragam mulai ACE EX 2 Rp105.3000.000, ACE EX 2 DRES S UP Rp106 juta rupiah, SUPER ACE HT DLS Rp149.700.000.

“Kecuali, ganti sperpart itu tidak tanggungan diler. Untuk SUPER ACE HT DLS DRES S UP Rp151.800.000, SUPER ACE HT DLE Rp162.200.000, SUPER ACE HT DLE DRES S UP Rp165.300.000, XENON RX HD Rp191.300.000, XENON RX HD DRES S UP Rp193.000.000 dan XENON XTDC Rp387.100.000,” jelasnya.

Beralih ke mobil komersial merupakan pandangan realistis. sekaligus bentuk penyesuaian pasar. Menurutnya, selama setahun penuh, kontribusi mobil komersial mencapai 80 persen. Model paling laris adalah pikap kecil, Super Ace.

“Nah, ketika pasar kondisinya sedang seperti apa ya kami menyesuaikan sehingga kami tidak hanya istilahnya jangka pendek, maunya jangka panjang,” ucapnya.

“Seperti tahun kemarin, strategi kami cocok dengan hasil yang kami dapat. Komersial juga tidak semuanya bertumbuh. Hanya ada beberapa tipe, kami juga masuk di situ, yang bertumbuh,” katanya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here