Home Sulteng Dana Stimulan Berbentuk Material Keputusan Pusat

Dana Stimulan Berbentuk Material Keputusan Pusat

1901
MINTA TUNAI - Warga korban bencana likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Sigi, menyatakan sikap menolak mekanisme bantuan stimulan, Kamis 7 Maret 2019. (Foto: Ist)
  • Bartholomeus: Tujuannya Agar Tepat Sasaran

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan bantuan dana stimulan berbentuk material merupakan keputusan pemerintah pusat. Hal ini disampaikannya menanggapi tuntutan ratusan masyarakat korban likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada Kamis, 7 Maret.

“Itu keputusan dari pusat, karena mereka yang memiliki anggaran, tapi sampai sekarang belum ada juknisnya (petunjuk teknis),” ungkap Bartholomeus kepada Metrosulawesi, Jumat, 8 Maret 2019.

Bartholomeus mengatakan dengan dana stimulan berbentuk material tujuannya agar tepat sasaran sesuai peruntukan bantuan yaitu untuk perbaikan rumah rusak pasca terdampak bencana pada 28 September lalu.

“Tidak bisa berbentuk uang tunai karena ditakutkan tidak tepat sasaran, tapi dana itu tetap masuk ke rekening di daerah. Siapa tahu juga kalau dikasih berbentuk uang tunai tidak dipakai bangun rumah mau tinggal dimana anak istrinya,” ucap Bartholomeus.

Mantan Penjabat Bupati Morowali itu menjelaskan setelah dana stimulan masuk ke rekening di daerah melalui Bank BUMN yang telah ditunjuk, selanjutnya Kelompok masyarakat (Pokmas) yang akan mengkoordinir penggunaannya.

Wewenang pembentukan Pokmas kata dia berada di pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana. Pokmas nantinya akan didampingi fasilitator yang telah dilatih oleh Kementerian PUPR. Namun untuk lebih jauh Bartholomeus belum bisa menjelaskan sebab juknis penyaluran dana stimulan belum ada.

“Karena sampai sekarang belum ada juknisnya, tapi informasi yang saya terima begitu pencairannya. Intinya tujuan dana stimulan harus benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Terkait waktu pencairan dana stimulan, dia juga belum bisa memberi kepastian sebab sepenuhnya tergantung dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB kata Bartholomeus masih memproses data calon penerima dana stimulan dari Pemprov Sulteng yang bersumber dari pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana.

“Masih proses, tinggal menunggu eksekusi dari pusat, kami juga sementara terus mengusahakannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, dana stimulan yang akan diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 dan rusak berat Rp50 juta.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here