Home Nasional

Menristekdikti Lantik Prof Mahfudz Rektor UNTAD Palu

673
Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir Ph.D, berjabat tangan usai melantik Prof Dr Ir H Mahfudz MP, sebagai Rektor Untad Periode 2019-2023, di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019. (Foto: Dok Humas Untad Palu)

Jakarta, Metrosulawesi.id – Hari ini, Rabu, 6 Maret 2019, menjadi sejarah dalam catatan Universitas Tadulako (UNTAD) Palu. Prof Dr Ir H Mahfudz MP, resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Rektor UNTAD Palu periode 2019-2023, oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, M.Si, Ak, Ph.D, CA, di Gedung Auditorium, Lantai 2, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.

Prof. Dr. Ir H, Mahfudz, MP,  terpillih  menjadi orang nomor satu di universitas terbesar di Sulawesi Tengah ini, setelah melalui proses pemilihan yang panjang, dimulai dari tahap penjaringan, tahap penyaringan hingga masuk ke tahap pemilihan. Pada sidang pemungutan suara yang digelar Senin (04/03/2019) di Kampus UNTAD Palu, meraih suara mayoritas dengan mengantongi 79 suara, sedangkan dua calon rektor lainnya, yakni Prof Djayani Nurdin dan DR Muh. Nur Ali masing-masing meraih 14 sura dan 1 suara.

Dalam sambutannya Menteri Ristekdikti, Muhammad Nasir,  mengucapkan selamat dan menyampaikan bahwa tantangan perguruan tinggi semakin berat, terutama dalam meningkatkan kualitas dari perguruan tinggi itu sendiri maupun kualitas lulusannya.

Menristekdikti menyatakan arahannya secara langsung bahwa perguruan tinggi harus menerapkan prinsip good governance dalam pengelolaan lembaganya. Kemudian juga pentingnya bagaimana menciptakan tata kelola universitas yang baik mulai dari masalah transparasi, fairness, accountability dan responsibility

“Lanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Jangan sampai dalam pengelolaan lembaga ini good governance ditinggalkan, dan jangan sampai transparasi tidak dijalankan. Karena melalui governance yang baik akan memberikan contoh bagi masyarakat dan publik”,  tegas Muhammad Nasir

Pada kesempatan itu pula, Muhammad Nasir,  berpesan agar Rektor dan pemimpin PTN yang dilantik harus melaksanakan kontrak kerja. Kemenristekdikti akan mengevaluasi kinerja pemimpin PTN secara berkala. Terutama peningkatan kualitas lulusan, sistem pembelajaran, dan dosen.

‘’Untuk universitas, harus ada peningkatan kualitas publikasi internasional. Guru besar, lektor kepala, lektor, dan asisten ahli harus ditargetkan untuk melakukan publikasi. Rektor baru harus bekerja keras. Majukan perguruan tinggi demi bangsa dan negara,”  pesan  Menristekdikti, Prof Mohamad Nasir.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan penyerahan memorandum akhir masa jabatan dari Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio, SE, MS,  kepada Prof Dr Ir H Mahfudz MP, disaksikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, M.Si, Ak, Ph.D, CA.

Hadir pada pelantikan Rektor ketujuh UNTAD Palu ini, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Prof Ainun Naim, para Direktur Jenderal dan para pejabat di Kemenristekdikti, para pejabat dan dosen UNTAD, serta undangan dari perguruan tunggi lainnya. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas