Home Sigi

Jembatan Ngangamoti Masuk Tahap Perampungan

225
SEGERA RAMPUNG - Jembatan Ngangamoti yang dibangun oleh Satgas TMMD 104, Kodim 1306 Donggala, bersama warga, yang sudah masuk tahap perampungan. (Foto: Ist)

  • Dansatgas Apresiasi Kerja Sama Satgas dan Masyarakat

Sigi, Metrosulawesi.id – Jembatan Ngangamoti, salah satu jembatan penghubung antardesa yang terletak di Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo, adalah salah satu jembatan yang dibuat oleh Satgas TMMD ke 104, di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Jembatan yang masuk dalam rencana jalan yang dibuka sepanjang sekitar 11,5 kilometer oleh TNI itu, memang harus dibuat, dikarenakan kondisi cerukan yang curam dan rawan banjir.

Memasuki akhir pekan pertama sejak TMMD dilaksanakan, pembuatan jembatan Ngangamoti, memasuki tahap perampungan. Jembatan kayu nan kokoh terpasang di atas susunan konstruksi beronjong yang tampak sangat rapi dikerjakan oleh tangan tangan profesional.

Dansatgas TMMD ke-104 Kodim Donggala, Lekol Kav.I Made Maha Yudhiksa S.Sos, M.M, mengatakan bahwa, rampungnya Jembatan Ngangamunti dalam waktu seminggu, berkat kerjasama dan semangat gotong royong masyarakat Desa Bakubakulu bersama Satgas TMMD ke 104 di Palolo.

“Ini semua terlaksana berkat kerja sama Satgas TMMD 104, bersama masyarakat desa Bakubakulu,” ucap Dandim 1306/Donggala ini.

Dansatgas mengatakan bahwa, Satgas TMMD di Desa Bakubakulu terdiri dari 18 personil dari Batalyon 714, dengan Komandan Peletonnya Letda CKM Tandi, didampingi Babinsa dari Pos Palolo yakni Kopda Hendrik dan Serka Junaid.

“Mereka adalah prajurit-prajurit tangguh yang bekerja bersama rakyat, saya bangga dan mengapresiasi kerja mereka,” tambahnya.

Terpisah, Danton Satgas TMMD Ke 104,Kodim 1306 Donggala, Letda CKM Tand, mengatakan bahwa selaku penanggung jawab lapangan, dirinya harus mengontrol semua titik yang diprioritaskan agar sasaran pembangunan bisa tepat waktu.

“Syukurnya para prajurit dan masyarakat kompak bekerja sama,” ungkap perwira pertama yang bertugas di Kompi kesehatan Batalyon 714 itu.

Rais, masyarakat yang memiliki kebun disekitar jembatan ngangamunti merasa sangat gembira melihat progress pembangunan jembatan Ngangamunti yang telah rampung 100 persen,dirinya merasa bersyukur karena bisa membawa hasil kebunnya ke kampung dengan kendaraan tanpa takut lagi akibat kondisi jembatan ngangamunti dahulu yang membahayakan pengguna jalan.

“Kami bersyukur leh karena jembatan itu jadi,kami tidak takut lagi melintas dengan kendaraan karena sudah ada jembatan, bahkan bukan hanya motor bisa lewat disitu, mobilpun sudah bisa,” ungkapnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas