Home Palu

Seribu Huntap Senilai Rp100 M Mulai Dibangun

338
MULAI DIBANGUN - Peletakan batu pertama rumah contoh hunian tetap bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulorem, Kota Palu, Senin, 4 Maret 2019. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

  • Dilengkapi Sekolah, Ditarget Selesai Empat Bulan

Palu, Metrosulawesi.id – Yayasan Buddha Tzu Chi secara resmi memulai pembangunan sebanyak 1.000 unit hunian tetap (Huntap) di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Peletakan batu pertama berlangsung meriah diawali beberapa prosesi.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indoneia Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan hunian tetap ini segera dibangun mulai dari peletakan batu pertama. Pembangunan 1.000 unit huntap menelan anggaran Rp100 miliar yang merupakan dana yang dihimpun dari sejumlah donatur, seperti Eka Cipta Foundation dan Indofood.

“Rumah yang dibangun ini tahan gempa dan sudah cukup layak. Kita harapkan dalam waktu beberapa bulan ke depan sudah selesai dan bisa digunakan. Mudah-mudahan rumah ini nantinya akan memberikan suasana baru dan nyaman bagi penghuninya,” kata Aguan.

Selain di Tondo, Yayasan Buddha Tzu Chi juga akan membangun rumah hunian tetap di Kabupaten Sigi.

“Kami menunggu kesiapan lokasinya. Termasuk di Kelurahan Duyu, masih menunggu land clearing,” kata Aguan.

Selama proses pembangunan juga akan melibatkan masyarakat lokal. Ini juga untuk memberikan mereka pekerjaan dan memperoleh penghasilan.

“Kita gaji mereka sampai Rp150 ribu per hari,” kata Aguan.

Kawasan hunian tetap ini nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum maupun fasilitas sosial seperti sekolah, rumah sakit, pasar dan lain-lain.

Menurut Walikota Palu Hidayat, penghuni hunian tetap nantinya adalah mereka yang terdampak langsung bencana seperti gempabumi, tsunami dan likuifaksi. Untuk hunian tetap akan dibangun tidak hanya di Tondo, tetapi jug akan dibangun di Duyu dan Petobo.

“Saya kira mereka yang akan menempati rumah tetap ini nantinya berdasarkan data-data yang sudah ada. Untuk hunian tetap ini ditargetkan akan menghabiskan waktu 3 sampai 4 bulan ke depan dan sudah bisa ditempati,” kata Hidayat.

Hidayat juga meminta kepada Satgas Infrastruktur PUPR untuk menyiapkan air untuk kebutuhan air bersih di lokasi hunian tetap ini. Sumbernya dari Poboya.

Sementara itu Bupati Sigi Irwan Lapatta mengatakan saat ini pihaknya menyiapkan lahan di Pombewe sebagai lokasi hunian tetap bagi warga korban gempa dan likuifaksi. Saat ini pemerintah kabupaten sedang menyiapkan jalan menuju lokasi pembangunan hunian tetap.

Helmi, salah seorang ibu rumah tangga terdampak tsunami di Kawasan Penggaraman mengaku senang sudah ada hunian tetap yang dibangun.

“Selama ini saya dan keluarga bertahan di tenda komplek gedung olahraga Koni. Kami mau kemana lagi karena tidak punya lahan. Kalau pun harus menunggu lagi sampai beberapa bulan ke depan, tidak ada masalah,” ujar Helmi.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas