Home Hukum & Kriminal

Rampas HP, Dua Anak Ingusan Diamankan Polisi

236
Ilustrasi. (Foto: Dok Djunaedi)

  • Forum Adat Diminta Berperan Beri Sanksi ke Orangtua

Palu, Metrosulawesi.id – SatReskrim Polres Palu kembali menangani pelaku tindak kejahatan pencurian disertai kekerasan yang dilakukan anak di bawah umur biasa di sebut jambret.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragi Sik, saat di temui di Mapolres Palu, Senin, 4 Maret 2019, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap dua pelaku jambret itu dilakukan oleh Personil Polsek Palu Barat, 3 Maret 2019, sekitar pukul 23.45 Wita, yang saat itu mendapat laporan dari warga yang menyatakan bahwa ada dua pelaku jambret yang berhasil diamanakan warga.

“Kedua pelaku sempat dihakimi warga, beruntung personil Polsek Palu Barat segera tiba dan mengamankan pelaku serta langsung menyerahkan kedua pelaku yang masih di bawah umur ke SPKT Polres Palu, dengan LP nomor : LP-B 301/III/2019/Sulteng/Res-Palu, Tgl 03-Maret-2019,” ungkapnya.

Holmes juga mengatakan bahwa pelaku yang merupakan anak dibawah umur itu berinisial MA(13), warga jalan Sungai Malino, Kota Palu, dan SY (16) warga Jalan Cempedak, Kota Palu. Kedua pelaku berhasil melakukan perampasan handphone milik korban berinisial ARF(11), yang saat itu sedang memainkan handphonenya diteras kosa-kosan di Jalan Nanas.

“Saat berusaha kabur, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor merasa panik karena dikejar oleh warga, sehingga keduanya terjatuh dan sempat diamuk warga, beruntung petugas cepat tiba di lokasi,” ucapnya.

“Saat ini kedua pelaku sudah kami amankan di Mapolres Palu, untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dan dikarenakan kedua pelakub masih anak dibawah umur, kasus tersebut untuk saat ini di tangani oleh Unit Perlindungan Perempaun dan Anak (PPA), sat reskrim Polres Palu,” jelas mantan Kasat Reskrim Poso itu.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragi Sik, menghimbau kepada para orang tua agar selalu memantau pergaulan anak-anaknya, jangan sampai berbuat kejahatan yang dapat merugikan orang lain dan dirinya.

Lebih jauh Holmes mengatakan melihat dari banyaknya pelaku tindak kejahatan yang pelakunya anak dibawah umur, pihaknya mengimbau Forum Dewan Adat dapat juga mengakomodir pemberian sangsi adat terhadap orang tua anak pelaku tindak kejahatan, khususnya bagi pelaku yang sudah berulang kali melakukan kejahatan yang sama.

“Karena apa yang dilakukan anak, tidak lepas juga dari tenggung jawab orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Hal ini dilakukan agar dapat mendorong peran serta tiap-tiap warga negara, terutama Forum Adat agar bersama-sama berupaya menjaga harkamtibmas di Kota Palu,” tambahnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas