Home Palu

Prof Mahfudz, Rektor Baru Untad: Saya Fokus Pemulihan Infrastruktur

354
REKTOR TERPILIH - Prof Dr Ir Mahfudz MP saat mengikuti pemungutan suara pemilihan Rektor Untad Periode 2019-2023 di Gedung Media Center Universitas Tadulako, Senin, 4 Maret 2019. (Foto: Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Prof Dr Ir Mahfudz MP terpilih menjadi Rektor Universitas Tadulako (Untad) Periode 2019-2023. Prof Mahfudz terpilih setelah menang telak dengan perolehan 79 suara mengalahkan rivalnya Prof Dr H Djayani Nurdin M.Si 14 suara, dan Dr Muh Nur Ali MSi satu suara di Gedung Media Center Untad, Senin, 4 Maret 2019.

Prof Mahfudz akan meneruskan tongkat estafet dari Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS yang sudah memimpin Untad dua periode. Prof Basir dan Prof Mahfudz sendiri sama-sama sebagai dosen tetap di Fakultas Pertanian (Faperta) Untad. Keduanya juga pernah sebagai pimpinan menjabat Dekan dan Wakil Dekan di Faperta Untad Periode 2007-2011.

Prof Mahfudz mengatakan salah satu fokus utamanya usai dilantik sebagai Rektor yaitu pemulihan infrastruktur Untad pasca terdampak gempabumi 7,4 SR pada 28 September lalu.

“Secara perlahan-lahan infrastruktur ini (Untad,red) akan kita benahi, mungkin dari alokasi dana APBN dan bantuan dari pihak luar. Alhamdulillah tahun ini sudah mulai jalan lewat Kementerian PUPR, hanya saja karena keterbatasan tenaga agak lambat dikerja. Tapi Insha Allah di tahun ini, Tadulako akan berubah wajah, paling tidak akan kembali seperti sebelum gempa, itu harapan kita,” ujar Prof Mahfudz kepada awak media, Senin, 4 Maret.

Fokus lainnya, Prof Mahfudz akan mendukung upaya Kemenristekdikti dalam rangka peningkatan artikel yang terbit di jurnal internasional bereputasi. Saat ini, Untad di bawah kepemimpinan Prof Basir telah membentuk unit khusus dalam mengawal peningkatan artikel, yaitu Cef-InAP.

“Insha Allah saya akan meminta langsung kepada bapak Prof Basir untuk berkenan mengawal dan menjadi penangungjawab Cef-InAP. Saya yakin, dengan pengalaman dan kapasitas akademik beliau, serta pengalaman sebagai jurnalis utama, publikasi artikel dari dosen Untad dapat dikawal dan ditingkatkan. Tidak perlu menunggu waktu, sesaat setelah dilantik nanti, saya akan langsung menemui beliau untuk meminta kesediaan Prof Basir,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan 100 hari masa kepemimpinannya akan merombak visi Untad kearah go internasional. Visi Untad saat ini dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

“Visi kita sudah tidak futuris, kita harus mengubah itu. Ketua Senat sudah menyusun timnya untuk kita merevisi visi-misi unggul di bidang pengabdian menjadi world class university atau perguruan tinggi yang inovasi. Sekarang kita berusaha bagaimana Untad ini dari visinya orang lihat untuk kita meng-internasional,” ungkap Prof Mahfudz.

Olehnya demi kemajuan Untad, Prof Mahfudz mengajak semua civitas Universitas Tadulako bersatu. Dia berharap tidak ada lagi kubu-kubu pendukung calon Rektor tertentu, sebab kontestasi Pilrek telah usai.

“Kami berharap agar kita semua bisa bekerjasama, bisa bersatu demi kampus tercinta ini,” tandas Prof Mahfudz.

Sementara itu, Ketua Senat Untad Prof Hasan Basri Ph.D menyampaikan belum bisa memastikan pelaksanaan pelantikan Prof Mahfudz. Jadwal pelantikan menunggu dari Kementerian Riset, Teknolgi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Tapi kita optimis minggu ini sudah pelantikan, apakah itu besok atau lusa, kita tunggu saja. Kalau lusa masih pas dengan masa berakhir jabatan Rektor saat ini, tapi kalau sudah hari berikutnya harus ada perpanjangan masa jabatan Rektor Prof Basir,” ucap Prof Hasan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas