Home Donggala

Kasman Lassa Lantik 400 Pejabat

319
LANTIK - Bupati Donggala Kasman Lassa melantik sejumlah pejabat di rumah jabatannya, Senin 4 Maret 2019. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

  • Syahriar Jadi Direktur RS Kabelota

Donggala, Metrosulawesi.id – Setelah mengalami penundaan beberapa pekan, akhirnya proses pelantikan pejabat eselon IIb ,IIIa, IVa dan IVb lingkup Pemerintahan Kabupaten Donggala dilaksanakan, Senin di rumah jabatan bupati, Senin 4 Maret 2019.

Tercatat 400 pejabat yang diambil sumpahnya oleh Bupati Kasman Lassa. Dari 400 pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat eselon II b delapan orang, eselon III a dua puluh satu orang, eselon IV a lima puluh empat orang, eselon IV b lima puluh empat orang, fungsional guru 10 orang, fungsional penyuluh 52 orang, fungsional kesehatan 13 orang, pengawas 13 orang, kepala sekolah 163 orang, dan pengawas sekolah penilik 10 orang.

Bupati Kasman Lassa mengatakan, proses pelantikan ini awalnya direncanakan jauh hari sebelumnya. Tetapi karena terbentur aturan Pilkada yakni bupati/ wakil bupati terpilih boleh melakukan pelantikan apabila telah melewati enam bulan pasca pelantikan, dan boleh melakukan pelantikan apabila mendapat restu atau izin dari Kementrian Dalam Negeri.

Kata Kasman lagi pelantikan telah melalui proses yang sangat panjang sehingga memakan waktu dan baru terlaksana pada hari ini. Proses yang dimaksud Kasman yakni Pemerintah Kabupaten Donggala mengusulkan ke gubernur dan kemudian gubernur mengeluarkan rekomndasi yang diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri.

“Alhamdulillah Kementrian Dalam Negeri pada tanggal 27 Februari memberikan izin melakukan pelantikan berdasarkan SK Kemendagri Nomor 821/1306/Otda sehingga pada hari ini kami megambil sumpah kepada seluruh pejabat, dan pemerintah berharap yang diambil sumpahnya pada hari ini untuk bekerja maksimal demi pembangunan Kabupaten donggala,” katanya.

Amatan Metrosulawesi, dari deretan pejabat yang dilantik oleh Kasman Lassa, ada beberapa yang mendapat perhatian serius masyarakat yakni pejabat eselon IIb. Seperti Lutfiah Mangun yang dulunya kadis BPMD “diparkir” menjadi Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Posisinya digantikan Abraham, kemudian Haedar yang dulunya Kasat Pol PP terpaksa “diparkir” menjadi Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik, kemudian posisinya digantikan Dudi utomo Adi, mantan kadis Perpustakaan. Tak kalah manariknya adalah posisi Direktur RS Kabelota, Kasman Lassa memberi amanah kepada dr Syahriar untuk memperbaiki kondisi RS kebanggaan masyarakat Donggala itu. Artinya, rencana Kasman Lassa yang ingin menemptakan guru sebagai direktur RS Kabelota batal.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas