Home Donggala

Lampu Jalan Banyak Mati, Sekkab Ragukan Tagihan PLN Capai Rp12 Miliar

246
Aidil Nur. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Besarnya tagihan PLN kepada Pemkab Donggala untuk penggunakan lampu jalan ditanggapi santai oleh Ketua Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) yang juga Sekkab Donggala Aidil Nur. Tagihan tahun 2018 mencapai Rp 12 miliar.

Aidil Nur mengatakan, pemerintah akan membayar utang lampu jalan tahun anggaran 2018 itu sesuai kemampuan daerah dan tidak serta langsung melunasinya.

Sebab kata Aidil jumlah yang ditagih pihak PLN sebesar 12 miliar “tidak sesuai” dengan kenyataan, jika melihat secara kasat mata tagihan lampu jalan khususnya di dalam kota wilayah Kecamatan Banawa lebih banyak matinya dari pada hidupnya.

“Tidak usahlah kita berbicara wilayah Pantai Barat, kita ambil sampel dalam Kota Donggala saja berapa tiang yang menyala,”kata Aidil saat berbincang dengan Metrosulawesi Jumat 1 Maret 2019.

“Saya sudah perintahkan juga itu Kabag Perlum beserta jajarananya memeriksa lampu jalan berapa yang menyala, dan mereka juga sudah laporkan hasilnya jika dipersentasekan hingga wilayah Pantai Barat sekitar 70% saja mungkin tiang listrik yang menyala lampu jalannya,”tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Donggala Aziz Rauf angkat bicara persoalan utang Pemda di tahun 2018 yang berimbas pada APBD 2019.

“Kita punya utang tahun 2018 dengan BPJS Rp16 miliar, utang lampu jalan ke PLN sebesar Rp12 miliar suka tidak suka harus dibayar tetapi imbasnya di APBD tahun 2019,” pungkasnya.

Diketahui di awal tahun 2019 ini lampu jalan PLN sudah tidak digunakan lagi. Saat sekarang masyarakat Donggala sudah menikmati lampu jalan yang menggunakan tenaga surya sehingga Kota Donggala sudah mulai terang pada malam hari.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas