Home Sulteng

Dana Stimulan Terkendala Data Valid

208
Bartholomeus Tandigala. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Masyarakat calon penerima dana stimulan di Sulawesi Tengah tampaknya harus lebih bersabar lagi. Itu karena Pemprov Sulteng masih terkendala data valid calon penerima dana stimulan dari kabupaten/kota.

“Dana stimulan yang diperuntukkan perbaikan rumah rusak ringan, sedang dan berat akibat bencana pada 28 September 2018, sebenarnya sudah diusulkan pak gubernur ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bulan lalu. Cuma dalam perjalanannya data yang sudah diusulkan ada penambahan dan perubahan-perubahan,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala di Palu, Jumat, 1 Maret 2019.

Akibat penambahan dan perubahan data, Pemprov Sulteng harus mengusulkan kembali ke BNPB. Saat ini pengusulan kembali belum bisa dilakukan karena kabupaten/kota masih melakukan verifikasi. Data yang diusulkan kembali kata Bartholomeus harus valid, by name by addres dan sesuai kondisi riil kerusakan rumah.

Bartholomeus menerangkan cepat dan lambatnya pencairan dana stimulan tergantung data valid dari pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana yaitu Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong.

“Kami di provinsi hanya menerima data dari kabupaten/kota. Makanya semua tergantung kabupaten/kota. Kita paham memang butuh waktu untuk menghasilkan data valid, tapi kami harap bisa cepat selesai verifikasinya,” ucapnya.

Mantan Penjabat Bupati Morowali itu mengharapkan pengusulan data valid penerima dana stimulan maksimal dua kali. Olehnya kabupaten/kota diminta harus betul-betul teliti dalam melakukan pendataan.

“Kami tidak mau berkali-kali mengusulkan data, kita malu, makanya kabupaten/kota harus betul-betul teliti,” kata Bartholomeus.

Adapun perubahan data dari kabupaten/kota diantaranya disebabkan perbedaan kondisi rumah di lapangan dengan data yang diusulkan. Bartholomeus menjelaskan ada rumah yang dilaporkan rusak berat sementara kondisi di lapangan hanya rusak ringan. Begitupun sebaliknya, sebagian dilaporkan rusak ringan kondisi riil justru rusak berat.

“Saat verifikasi hanya dilihat dari bagian luar. Ada yang dilihat dari luar hanya rusak ringan ternyata rusak berat. Itu semua yang dilakukan kembali verifikasi karena jangan sampai dilaporkan rusak berat ternyata hanya rusak ringan,” jelasnya.

Pada pengusulan pertama, Pemprov Sulteng menyampaikan rumah yang akan mendapat dana stimulan sebanyak 100.028 unit dengan kategori rusak ringan, sedang dan berat. Total anggaran yang dibutukan sesuai data tersebut mencapai Rp2,5 triliun.

Barhtolomeus menambahkan untuk pencairan dana stimulan nantinya melalui transfer Bank ke Bank BUMN yang ditunjuk penerima dana stimulan. Selanjutnya Bank BUMN yang akan menyalurkan kepada rekening penerima.

Dalam penggunaannya masyarakat didampingi oleh fasilitator dan Pokmas. Untuk Pokmas sendiri sepengetahuan Barhtolomeus belum terbentuk. Namun untuk fasilitator sudah mengikuti pelatihan sebanyak 100 orang oleh Kementerian PUPR.

“Pendampingan bertujuan agar dana stimulan benar-benar digunakan untuk perbaikan rumah,” tandasnya.

Seperti diketahui, dana stimulan yang akan diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 dan rusak berat Rp50 juta.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas